Mejayan

Harga Cabai Edan-edanan

CARUBAN – Penggemar cita rasa pedas bakal susah mendesah. Sebab, harga cabai rawit merah meroket. Sejumlah pedagang Pasar Baru Caruban (PBC) Kabupaten Madiun menjual komoditas itu Rp 70 ribu per kilogram. ‘’Kenaikan bertahap sejak dua pekan lalu,’’ kata Lastri, salah seorang pedagang PBC, Minggu (21/7).

Awal bulan ini stabil Rp 20 ribu per kilogram. Tanda-tanda kenaikan terlihat memasuki pekan kedua. Harga bumbu dapur itu merangkak di rentang Rp 5 ribu–Rp 7 ribu berturut-turut per hari. Kondisi serupa diikuti jenis cabai lain. Seperti cabai keriting dan cabai merah yang kini sama-sama Rp 60 ribu per kilogram. ‘’Bersamaan itu konsumen juga mulai mengurangi jumlah pembeliannya,’’ ujarnya.

Namun, harga cabai rawit kali ini bukan yang termahal. Komoditi itu sempat meroket hingga lebih dari Rp 100 ribu per kilogram dua tahun terakhir. Itu rekor termahal sejak 26 tahun dia berdagang. Dia khawatir fenomena tersebut bakal kembali terulang tahun ini. Mengingat kemarau yang diprediksi berlangsung panjang. ‘’Persoalannya sama dari tahun ke tahun, stok cabai di banyak daerah tidak ada karena petaninya gagal panen akibat kekeringan,’’ bebernya kepada Radar Caruban.

Lastri menyebut suplai cabai rawit ke tempatnya terbilang masih lancar. Distributor langganan dari Pare dan Kediri rutin mengirim 5–10 kilogram per hari. Namun, akibat daya beli warga yang turun, stok tersebut tidak bisa langsung habis sehari. Rata-rata menyisakan satu hingga dua kilogram. Pun perempuan 55 tahun itu tidak berani menyetok lebih dari 10 kilo. Sebab, cabai cepat busuk dalam hitungan hari. ‘’Kalau dulu ambil 50 kilogram bisa habis sehari, sekarang sudah tidak bisa,’’ ungkapnya.

Dampak meroketnya harga cabai rawit hingga tiga kali lipat juga dirasakan Yuris Adita. Salah seorang perajin sambal pecel di Mejayan itu memperoleh keuntungan sangat kecil dari hasil produksinya. Dampak menaikkan harga sambal pecel berkisar Rp 5 ribu–Rp 10 ribu per bungkus. ‘’Saya tidak mungkin mengurangi jumlah cabai demi menjaga kualitas dan rasa sambal,’’ ujarnya. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close