Setahun Merana akibat Bencana Banjir-Tanah Longsor

168

PACITAN – Setahun lebih berlalu. Dampak bencana banjir dan tanah longsor November 2017 silam masih dirasakan sebagian warga Pacitan. Terlebih mereka yang kehilangan rumah dan harta benda akibat amuk badai siklon tropis Cempaka tersebut.  Bahkan, sebagian warga terpaksa mengungsi atau membangun rumah seadanya lantaran minim dana. ‘’Akhir 2018 lalu dana hibah dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Red) sudah turun,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo kemarin (7/1).

Didik menyebut, Pemkab Pacitan mendapat hibah Rp 139 miliar. Duit tersebut bakal dibagi untuk perbaikan rumah dan infrastruktur yang porak poranda. Perinciannya, Rp 107 miliar untuk perbaikan rumah. Sementara sisanya dialokasikan untuk perbaikan infrastuktur seperti jalan dan jembatan yang rusak.

Total 1.820 unit rumah bakal mendapat bantuan hibah tersebut. Besarannya bervariasi sesuai dampak kerusakan yang ditimbulkan. BPBD mencatat 1.270 di antaranya rusak berat hingga rata tanah. Sementara sisanya rusak sedang. ‘’Tentu, yang rusak berat mendapat pagu sesuai anggaran yang ditentukan hingga Rp 75 juta,’’ ujarnya.

Didik memastikan telah mengantongi data rumah yang rusak. Namun, verifikasi ulang bakal dilakukan. Pun pihaknya tengah menyusun petunjuk teknis guna mengawasi penggunaan anggaran pembangunan rumah dan infrastuktur tersebut. ‘’Karena hibah, jadi dalam bentuk dana. Sehingga perlu pengawasan ketat,’’ tuturnya.

Terkait proses pengerjaan, sebelum pertengahan tahun dana siap disalurkan ke masyarakat terdampak. Anggaran tersebut bakal dibagikan secara bertahap. Proses penyaluran melalui kelompok masyarakat yang telah dibentuk. Saat ini anggaran tersebut masih berada di kas daerah. ‘’Kami akan siapkan pendamping agar tak ada kecemburuan dalam penyaluran hibah nanti,’’ terangnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here