Setahun, 80 Kasus Kecelakaan di Jalur Pendakian Lawu

143

MAGETAN – Cuaca ekstrem yang menyelimuti Gunung Lawu membuat jumlah pendaki menurun pada momen tahun baru. Tercatat dari pos pendakian Cemoro Sewu, jumlahnya sekitar seribu orang. Padahal, tahun-tahun sebelumnya sampai seribu lebih. ’’Sempat ditutup sementara beberapa jam saat itu, ini demi keselamatan dan keamanan para pendaki,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Fery Yoga Saputra.

Intensitas hujan yang meningkat beberapa pekan inilah yang menyebabkan cuaca ekstrem melanda wilayah lereng Gunung Lawu dan sekitarnya. Hujan yang turun terus-menerus beberapa hari ini juga disertai angin kencang dan badai yang datang pada malam hari. ’’Semua sudah turun dan minim laporan kecelakaan,’’ ujarnya.

Sesuai data BPBD, selama 2018 kecelakaan berat dan ringan di Lawu totalnya 80 kasus. Kejadian itu menurun dibandingan tahun-tahun sebelumnya. Di mana tercatat untuk korban kecelakaan pendaki mencapai 100 kejadian. ’’Memang bahaya saat badai, pendaki bisa mengalami kecelakaan kalau tidak waspada,’’ tuturnya.

Nugroho,  pendaki asal Karanganyar, mengatakan bahwa cuaca di jalur pendakian sampai puncak memang ekstrem. Para pendaki memang harus bersiap dengan segala kemungkinan. Pendakian bisa dilakukan dengan catatan wajib membawa peralatan khusus. ’’Bagi pemula yang harus lebih waspada, jangan sampai mengalami hipotermia,’’ pungkasnya. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here