Sertifikasi MUI Tunggu Rekomendasi Provinsi

65

MADIUN – Sebanyak 123.000 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tak terjangkau Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Madiun. Dipastikan semuanya belum mengantongi surat keterangan halal. ‘’Selama ini kami baru bisa menerbitkan untuk usaha besar,’’ kata Ketua MUI Kabupaten Madiun Muhammad Shodiq.

Shodiq berjanji segera berkoordinasi dengan MUI Jatim. Agar ke depan diberi kewenangan menerbitkan keterangan halal bagi usaha mikro. Diperkirakan, rekomendasi itu sudah didapatkan bulan depan. ‘’Supaya terjamin kehalalannya sehingga konsumennya nyaman,’’ ujarnya.

Sertifikasi halal, lanjut Shodiq, tak sembarangan diterbitkan. Produk pangan yang dipasarkan harus melalui pengecekan laboratorium. Dari sana, dipastikan nihil unsur-unsur yang memengaruhi kehalalan. ‘’Syarat mendapat sertifikasi halal itu banyak,’’ terangnya.

Setelah mengantongi sertifikat halal, produsen bisa menunjukkannya di label kemasan. Legalitas itu pun berbatas waktu sehingga perlu diperbarui ketika kedaluwarsa. ‘’Bisa saja ada perubahan,’’ imbuh Shodiq.

Legalitas dari ulama itu pasti dicabut jika di tengah jalan produsen melanggar komitmen. MUI juga meminta pemkab gencar sosialisasi kepada UMKM agar sadar pentingnya menguruskan surat keterangan halal. ‘’Formulasinya nanti seperti apa masih dikaji,’’ tandasnya. (mg4/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here