Opini

Serbatangguh

HINGGA Minggu kemarin (5/7) sudah ada 15 kasus positif Covid-19 di Kota Madiun. Tujuh di antaranya sudah sembuh. Delapan lainnya masih dalam perawatan. Sabtu kemarin, satu kasus positif kita sembuh. Yang nomor 8 itu. Tapi, juga tambah satu kasus baru. Juga kontak erat dari kasus yang nomor 8 itu. Kontak erat memang berpotensi tertular cukup besar. Kasus nomor 8 itu contohnya. Tiga orang yang kontak erat dengan kasus nomor 8 akhirnya ikut positif.

Ini harus menjadi pembelajaran kita bersama. Inilah pentingnya protokol kesehatan. Karenanya, sosialisasi dan imbauan terkait pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, terus kita lakukan. Hampir di setiap kesempatan saya sisipkan pesan itu. Seperti saat khitan masal kemarin. Saya sampaikan itu kepada peserta. Mumpung masih anak-anak. Mindset mereka dalam menghadapi Covid-19 harus kita bangun. Harus kita pupuk dengan informasi protokol kesehatan agar jadi anak tangguh. Tangguh dan ampuh menghadapi Covid-19.

Bukan hanya tangguh untuk dirinya sendiri. Tapi juga keluarga dan lingkungan. Saya ingin mereka jadi pelopor penerapan protokol kesehatan. Anak-anak ini jadi penegak disiplin protokol kesehatan, paling tidak di rumahnya. Setiap ada anggota yang tidak tertib, mereka mengingatkan. Kalau yang mengingatkan masih anak-anak, kan beda rasanya. Seperti polisi cilik kesehatan. Mereka bertugas mengingatkan orang tua yang merokok di rumah. Saya yakin lebih efektif daripada sekadar tulisan dilarang merokok.

Imbauan dan sosialisasi juga dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Madiun. Petugas juga setiap hari berkeliling. Petugasnya juga kita tambah. Kepramukaan kita libatkan. Kita jadikan Pramuka tangguh. Mereka turut berjaga di pos masuk kota. Juga ikut keliling bersama petugas di tempat keramaian masyarakat. Mengingatkan masyarakat yang tidak pakai masker atau yang tidak berjaga jarak. Ke depan, akan lebih banyak lagi yang kita libatkan. Yang saya sebut Pendekar Waras itu. Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Tangkal Corona Virus agar Warga Sehat.

Saya sudah memesan seribu kaus Pendekar Waras itu. Kaus nanti juga kita bagi kepada masyarakat dari berbagai pekerjaan. Kita jadikan mereka tangguh. Mulai tukang parkir, penyapu jalan, petugas sampah, dan lain sebagainya. Saya ingin mereka juga menjadi pelopor penegak disiplin protokol kesehatan di sela bekerja. Tukang parkir, misalnya. Mereka mengingatkan pengendara yang lupa tak memakai masker. Itu memang sering terjadi. Habis makan, lupa tak memakai masker kembali. Ini tugas Pendekar Waras dari tukang parkir tadi.

Intervensi berbasis lokal inilah yang sedang kita bangun. Kota kita mungkin yang pertama dalam menerapkan itu. Bahkan, mendapat apresiasi dari Presiden beberapa waktu lalu. Daerah lain diminta meniru apa yang kita lakukan. Bukan tanpa alasan. Langkah yang kita ambil dinilai efektif menekan penularan Covid-19. Penularan yang terjadi di Kota Madiun tidak terlalu tinggi dibanding daerah lain. Karenanya, kota kita masuk daerah dengan risiko rendah. Memang sudah banyak daerah yang dinyatakan risiko rendah saat ini. Tetapi kota kita yang pertama di Jawa Timur.

Itu karena masyarakatnya tangguh. Peran TNI-Polri juga sangat membantu. Seperti diketahui, Polri mengusung konsep kampung tangguh. Setidaknya, terdapat enam kampung tangguh di Kota Madiun sebagai percontohan. Satu di antaranya turut mewakili Kota Madiun untuk lomba di tingkat Jawa Timur. Yakni, kampung tangguh di Kelurahan Pandean. Upaya itu semakin ditingkatkan kini. Polres Madiun Kota juga mengeluarkan motor tangguh saat peringatan HUT ke-74 Bhayangkara 1 Juli kemarin. Motor tangguh ini nanti dipakai petugas untuk berkeliling hingga ke gang-gang untuk memberikan sosialisasi. Motor juga dilengkapi tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker, dan sarana protokol kesehatan lain. Motor dinilai efektif untuk geografis perkotaan.

Terakhir, kita juga punya padepokan tangguh. Setidaknya sudah dua padepokan yang menyatakan menjadi padepokan tangguh. Yakni, padepokan Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda Madiun dan padepokan Merpati Putih. Dengan menjadi padepokan tangguh ini, mereka secara otomatis mengedepankan keamanan dan kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. Tidak hanya menjalankan protokol kesehatan. Tetapi juga menjadi pelopor penegak disiplin protokol kesehatan tersebut. Padepokan lain sedang dalam proses menuju itu.

Serbatangguh ini penting dalam masa kenormalan baru ini. Seperti diketahui bersama, aktivitas masyarakat perlahan mulai dibuka kembali. Artinya, protokol kesehatan harus semakin ditingkatkan. Karenanya, masyarakat harus tangguh. Ini tanggung jawab kita bersama. Kita butuh peran semua.

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close