Serba-serbi Perayaan Kelulusan SMA/SMK di Pacitan

36

PACITAN – Tradisi corat-coret seragam sekolah dan konvoi tak bisa dicegah. Begitulah ketika para pelajar SMA/SMK merayakan kelulusannya. Seperti di seputaran jalur lintas selatan (JLS) Pacitan Senin (13/5). ‘’Sekali seumur hidup, sayang kalau tidak dirayakan,’’ kata Ilhadi Wanda, salah seorang pelajar yang turut kegiatan tersebut.

Siswa SMK itu tahu ada larangan dari sekolahnya. Namun tetap nekat beraksi bersama teman-temannya. Mereka menganggap itu sebagai kenangan masa sekolah yang layak diabadikan. Terlebih setelah lulus Wanda bakal memilih kerja ketimbang melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. ‘’Ada banyak teman yang gini (corat-coret, Red) tahun sebelumnya. Juga lihat kakak tingkat,’’ ujarnya.

Usai corat-coret, mereka konvoi ke Pantai Soge, Ngadirojo, Pacitan. Lokasi tersebut memang jadi langganan para pelajar sebagai titik kumpul untuk merayakan kelulusan. ‘’Tahun ini sepertinya kurang kompak. Ada beberapa sekolah yang gak ikut,’’ ungkap Wanda.

Sementara suasana di SMAN 1 Pacitan jauh dari kesan hura-hura. Ratusan pelajar yang merayakan kelulusannya memilih melepas baju putihnya di halaman sekolah. Lantas dikumpulkan ke dalam beberapa kardus untuk didonasikan kepada para siswa kurang mampu. Aksi tersebut jadi agenda tahunan OSIS setempat. ‘Tahun lalu, kami donasikan ke korban bencana. Tahun ini akan kami donasikan ke warga kurang mampu,’’ jelas Aghy Assegaf, ketua OSIS SMAN 1 Pacitan.

Menurut Aghy, tak semua lulusan menyumbangkan seragamnya. Namun Empat kardus ukuran besar terkumpul. Selain seragam putih, baju pramuka juga bakal disumbangkan dalam sesi berbeda. Sembari menunggu lokasi donasi yang ditentukan. Momen Ramadan dinilai pas untuk berbagi kebaikan. ‘’Beberapa siswa masih punya adik, jadi ada yang gak disumbangkan,’’ beber siswa XI IPA 3 itu. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here