Sepuluh Siswa SDN 2 Watu Bonang Ikut Hijrah ke Malang

95

PONOROGO – Hijrahnya warga Desa Watu Bonang turut dipertanyakan sekolah setempat. Dari 52 warga yang hijrah itu, sepuluh di antaranya siswa SDN 2 Watu Bonang. Pihak sekolah menyayangkan kepergian siswa tanpa dipamitkan orang tuanya tersebut. ‘’Gak pamit. Kami tahunya setelah tanya ke teman-teman sekelasnya,’’ kata Taman, guru kelas VI SDN 2 Watu Bonang.

Taman memerinci, kesepuluh siswa itu terdiri dari kelas I (dua anak), kelas II (satu anak), kelas V (tiga anak), dan kelas VI (tiga anak). Kesepuluh siswa berangkatnya tidak bersamaan. Paling awal, tidak masuk sekolah tanpa alasan sejak Senin lalu (25/2). ‘’Sudah kami cek di absensi pertama tidak masuk bulan lalu, kemudian menyusul berikutnya,’’ ujarnya.

Lebih disesalkan lagi tiga siswa kelas VI saat ini sedang persiapan menghadapi ujian. Senin mendatang (18/3) siswa kelas VI menghadapi ujian akhir semester (UAS). Sementara Sabtu mendatang (23/3) diselenggarakan ujian praktik. ‘’Mereka sudah terdaftar sebagai peserta ujian,’’ tuturnya.

Namun, pihak sekolah tetap memfasilitasi ujian susulan jika siswa terkait tak kunjung pulang saat UAS. Menyesuaikan jadwal yang telah ditetapkan. ‘’Kalau ternyata kembalinya setelah jadwal ujian susulan, itu yang kami belum ketahui. Bisa jadi gugur,’’ terangnya.

Menurut Taman, kesepuluh siswa tersebut sebelum berangkat juga tidak bercerita kepada teman sekelasnya. Dalam keseharian, kesepuluhnya dikenal sebagai siswa yang penurut. Pun secara akademik termasuk di atas rata-rata kelas. ‘’Sebenarnya siswanya penurut, dan rata-rata kemampuan akademiknya cukup baik,’’ ungkapnya.

Pihaknya berharap semoga siswa yang hijrah segera kembali ke kampung halaman. Terutama siswa yang bakal mengikuti ujian.

Terpisah, Sutikno, koordinator wilayah (korwil) Dinas Pendidikan (Dindik) Kecamatan Kauman, Badegan, dan Jambon, membeberkan sudah menerima laporan dari sekolah terkait. Saat ini pihaknya meneruskan laporan tersebut ke Dindik Ponorogo. ‘’Sudah kami kirim laporannya, benar ada sepuluh siswa di SD tersebut yang ikut orang tuanya,’’ kata Sutikno.

Terkait dengan siswa yang ikut ujian, pihaknya masih menunggu keputusan dari dindik setempat. Lantaran siswa kelas VI telah terdaftar sebagai peserta ujian. Pun pihaknya masih menunggu perkembangan informasi dari pihak terkait tentang keberadaan warga yang hijrah. ‘’Kami juga masih menunggu perkembangan lebih lanjut,’’ ujarnya.

Pihaknya berharap permasalahan ini segera klir. Sehingga anak-anak yang seharusnya mendapatkan pendidikan dapat kembali belajar di sekolah. Pun siswa yang bersangkutan tidak mengalami gangguan psikologis. ‘’Semoga anak-anak tidak terpengaruh secara psikologis atas isu yang sudah terlanjut mencuat ini,’’ ucapnya. (mg7/c1/fin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here