Magetan

Sepuluh Proyek DAK Gagal, Mayoritas Karena Permasalahan Lelang

MAGETAN – Jatah dana alokasi khusus (DAK) yang ditransfer oleh pemerintah pusat ke Pemkab Magetan menguap. Pemicunya adalah 10 paket kegiatan proyek yang dibiayai dana tersebut mengalami masalah pelelangan.

Alhasil, paket kegiatan seperti pembangunan Pasar Parang, pembangunan rumah kompos dan lainnya itu gagal terlaksana tahun ini. Karena waktu pengajuan lelang ulang sangat terbatas. Yakni, pada 21 Juli mendatang. ‘’Sesuai peraturan, hingga batas akhir entry nomor kontrak tidak dimasukkan, duitnya tidak bisa dicairkan,’’ kata Kabag Administrasi Pembangunan (Adbang) Setdakab Magetan, Tarsisius Prijo Santojo Selasa (16/7).

Menurut Prijo, persoalan ini sebenarnya tidak perlu terjadi apabila organisasi perangkat daerah (OPD) penerima DAK cermat. Termasuk dalam mempersiapkan dokumen pelelangan pekerjaan. ‘’Sudah kami ingatkan jauh-jauh hari karena aturan DAK ini beda dengan sumber dana lainnya,’’ ujarnya.

Dampakanya DAK untuk 10 paket kegiatan itu tidak dapat terserap. Hanya, Prijo mengaku kurang tahu persis apa permasalahan yang dihadapi oleh OPD penerima DAK tersebut. Sehingga menyebabkan sejumlah paket kegiatan itu gagal terlaksana. ‘’Permasalahannya yang tahu dengan pasti OPD masing-masing,’’ terang Prijo.

Pada tahun ini, pemkab mendapatkan jatah DAK dari pemerintah pusat sebesar Rp 205,46 miliar. Sementara, tahun lalu sekitar Rp 72,23 miliar. Tetapi yang tidak terserap sebesar Rp 14,04 miliar. (bel/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close