Pacitan

Sepuluh Desa di Pacitan Zona Merah Korona

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kasus impor korona sulit dibendung. Minggu (27/9) Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19 Pacitan melaporkan tambahan lima kasus impor baru. Pasien anyar terkonfirmasi terlacak mempunyai riwayat perjalanan dari luar kota. ‘’Dari Malang, Jakarta, dan Surabaya,’’ kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan dr Hendra Purwaka.

Kelima pasien baru itu berdomisili di Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo, Desa Cemeng (Donorojo), Desa Tamanasri (Pringkuku), Desa Wiyoro (Ngadirojo), dan Kelurahan Sidoharjo (Pacitan). Rata-rata usia para penderita 30–55 tahun. ‘’Tiga perempuan dua laki-laki,’’ sebutnya.

Hendra memastikan pelacakan telah dilakukan oleh tim surveilans. Mereka yang kontak erat akan dites swab. Namun, sampai kini pihaknya belum mendapatkan laporan berapa orang yang masuk tracing. ‘’Seluruh pasien tanpa gejala,’’ ujar kepala dinas KBPP dan PPPA itu.

Tambahan lima kasus baru tersebut membuat rata-rata angka kesembuhan menurun menjadi 87,04 persen. Dengan jumlah pasien yang dirawat sebelas orang. Mereka berasal dari 10 desa di tujuh kecamatan. ‘’Pasien diisolasi di wisma atlet,’’ terang Hendra.

Sementara soal kasus Banjarsari, Hendra menyebut belum ada perkembangan. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan spesimen warga keluar. ‘’Mereka yang sebelumnya menjalani swab test diminta karantina mandiri,’’ ungkapnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close