Septian Maharani Raup Rezeki dari Boneka Handmade

150

Berawal dari iseng, Septian Maharani kini sukses menjadi pebisnis boneka handmade. Dibantu sang suami, dia telah menghasilkan puluhan karakter boneka yang laris manis dipesan konsumen dari berbagai daerah, bahkan luar negeri.

—————–

TANGAN Septian Maharani dengan telaten mengisi silikon ke dalam kain katun Jepang yang sudah dijahit membentuk boneka. Setelah semua bagian terisi, boneka itu pun menjadi lebih padat.  Setelah itu, boneka dijahit kembali.

Tak jauh dari tempatnya duduk terlihat tumpukan beragam jenis boneka. Mulai yang berbentuk hewan, karakter kartun, sampai gadis berkerudung. ‘’Kalau ini orang mengenalnya dengan bantal peyang. Ini produk pertama saya. Karena bersejarah makanya kami simpan,’’ kata Rani, sapaan akrab Septian Maharani.

Rani mulai bersentuhan dengan kerajinan boneka empat tahun lalu. Berawal dari iseng saat mengandung anak pertama. ‘’Suami nyuruh bikin boneka sendiri, katanya buat mainan anak kalau nanti sudah lahir. Eh, nggak  lama setelah itu dibelikan mesin jahit, padahal saya nggak bisa jahit,’’ kenangnya.

Sejak itu Rani rajin memelototi tutorial pembuatan boneka handmade di YouTube. Kemudian, dia mempraktikkannya bersama tetangga sebelah rumah yang juga seorang penjahit. Kala itu menggunakan bahan dakron yang harganya murah. ‘’Awalnya bikin bantal peyang,’’ ujarnya.

Rani lantas memposting produk buatannya di Instagram. Tak disangka ada netizen yang tertarik. Hal itu membuat perempuan 30 tahun tersebut semakin bersemangat. Pun, dari awalnya bantal peyang, dia akhirnya merambah boneka, goodie bag, dan gantungan kunci. ‘’Serbaboneka dan tekstil pokoknya,’’ ucapnya.

Khusus boneka hewan, Rani sengaja membuat tidak menyerupai wujud aslinya agar berbeda dengan produk pabrikan. Melainkan dikreasikan sedemikian rupa sehingga tampak lucu. ‘’Dulu cuma ada satu bentuk, sekarang sudah 40-an,’’ ungkapnya.

Order yang mampir ke Rani mulai deras saat menghadiahi boneka untuk bayi kembar lima yang sempat trending topic pada pertengahan  2016 lalu. ‘’Oleh orang tuanya lalu di-upload ke medsos. Sejak itulah pesanan mulai ramai,’’ terangnya.

Fokus pada pemasaran online, boneka buatan Rani sudah melanglang buana ke berbagai daerah. Mulai Surabaya, Jogjakarta, Jakarta, Bali, Medan, Makassar, hingga Papua. Bahkan, beberapa waktu lalu ada pesanan dari Singapura sebanyak  10 boneka. ‘’Baru sekali itu dapat pesanan dari luar,’’ ujarnya.

Dalam memproduksi boneka, Rani berbagi tugas dengan suami. Sang suami kebagian membuat desain dan mengurusi marketing termasuk foto produk. ‘’Saya yang mix ­dan match warna, bentuk atau motif yang cocok untuk bonekanya,’’ paparnya sembari menyebut boneka buatannya dibanderol Rp 45.000 sampai Rp 95.000.

Selain melalui foto produk yang menarik, tak jarang Rani meng-endorse selebgram anak dari kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Bali. Terobosan lainnya, dia memberikan kesempatan bagi netizen mengusulkan nama produk sebelum di-launching. ‘’Jadi, setiap boneka punya nama berbeda,’’ jelasnya.

Lazimnya usaha, beberapa pengalaman kurang mengenakkan dialami Rani.  Salah satunya keterlambatan pengiriman oleh jasa ekspedisi hingga dua minggu lamanya. ‘’Biasanya yang bermasalah pengiriman ke Bali,’’ katanya. ***(dila rahmatika/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here