Sepi Aktivitas, Warung Malang Tetap Buka

93

MAGETAN – Ingar-bingar warung di Desa Malang, Maospati mendadak senyap kemarin (3/4). Sejumlah pemilik warung lebih memilih menutup usaha mereka. Total dari 23 warung yang berdiri berderet di bahu Jalan Raya Maospati–Ngawi hanya segelintir yang tetap beroperasi. ‘’Masih buka seperti biasa, kok,’’ terang salah seorang pemilik warung yang enggan dikorankan namanya.

Tak lama, sang istri yang keluar dari kamar ikut nimbrung. Dia membenarkan jika warungnya tetap buka seperti biasa. Hanya, saat disinggung soal pemanggilan oleh satpol pp, mereka kompak menyangkal. Jika tidak pernah ada pemanggilan dan pemberian peringatan yang diberikan oleh satpol pp.

Yang jelas, mereka mengaku sudah lama mendiami warung tersebut. Karena itu bukan hanya sekadar tempat usaha, namun juga tempat tinggal. Tapi, mereka enggan menjelaskan bagaimana asal muasal berdirinya bangunan semi permanen tersebut. Namun demikian, pasangan suami istri itu tak menampik jika warung sekaligus tempat tinggalnya tersebut berdiri di tanah aset pemprov.

Sementara itu, pemilik warung lain yang ditemui Jawa Pos Radar Magetan mengaku jika sebelumnya sempat dipanggil oleh satpol pp. Dia juga tak menampik apabila telah diberi peringatan oleh petugas penegak perda untuk segera cabut sebelum Jumat (5/4) besok.

Tapi, perempuan paro baya itu mengaku bingung. Karena dirinya tidak mempunyai tempat usaha sekaligus tempat tinggal lagi jika harus diminta pindah. ‘’Sebenarnya berat, tapi mau bagaimana lagi,’’ ungkapnya.

Seperti diketahui, Kasatpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi telah memberikan tenggat waktu sampai besok kepada pemilik warung untuk segera menutup usahanya tersebut. Apabila peringatan itu tidak diindahkan, tindakan tegas berupa penutupan paksa bakal dilakukan. ‘’Secara bertahap akan kami tertibkan,’’ katanya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here