Madiun

Sentralisasi Kuliner dan Perhotelan di Mayjend Sungkono

Tak Penuhi Standar, RPH Batal Dibongkar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pemindahan rumah pemotongan hewan (RPH) Kota Madiun harus tertunda akibat pandemi Covid-19. Rencana pemindahan RPH di Jalan Mayjend Sungkono, Kota Madiun, sejatinya dilakukan tahun ini. ‘’Rencana pemindahan itu sampai kini belum pasti,’’ kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Muntoro Danardono.

Merujuk UU 18/2009, keberadaan RPH memiliki standar teknis yang menjadi kewajiban di setiap daerah. Pun, populasi peternak di kota ini semakin berkurang. Lahan yang terbatas dan sering kali mengganggu lingkungan jika ditempatkan di kawasan padat penduduk. ‘’Jadi, sebenarnya keberadaan RPH kurang maksimal. Saat ini hanya satu-dua ekor sapi yang rutin dipotong. Kebanyakan pasokan daging dari luar kota,’’ ujarnya.

Di sisi lain, keberadaan RPH di Jalan Mayjend Sungkono dipandang tak lagi relevan. Lantaran dekat perhotelan dan beberapa pusat kuliner. Itu yang mendasari rencana pemindahan. ‘’Rencana awalnya, kawasan RPH itu disulap menjadi pusat perbelanjaan hasil bumi dari daerah sekitar,’’ terangnya.

Karena dekat dengan perhotelan, rencana mengubah RPH jadi pusat perbelanjaan hasil bumi seperti buah-buahan, sayur-mayur, dan sebagainya menjadi sangat strategis. ”Nanti di sana akan diubah pusat perbelanjaan buah. Tentunya akan menjalin hubungan kerja sama dengan para pedagang di beberapa pasar,” pungkasnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close