Madiun

Sensus Penduduk Tak Perlu Masuk Rumah

Petugas Dikurangi, Durasi Dibatasi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) harus mengendurkan intensifikasi sensus penduduk. Anggaran yang banyak dialihkan untuk penanganan Covid-19 mengakibatkan jumlah personel dalam sensus wawancara harus dikurangi.

Kepala BPS Kota Madiun Umar Sjaifudin menuturkan, semula plotting untuk sensus penduduk sebanyak 285 petugas. Kini tinggal 157 petugas. Sisa tenaga yang telah terpangkas itu diandalkan untuk wawancara penduduk pada 1-15 September mendatang. ‘’Wawancaranya singkat saja,’’ ujarnya.

Petugas yang mendatangi rumah warga hanya memverifikasi data kepemilikan NIK, domisili, dan jenis kelamin. ‘’Karena pandemi Covid-19 belum reda, sensus wawancara untuk satu keluarga cukup lima menit saja,’’ ungkapnya.

BPS juga telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait pelaksanaan sensus penduduk pada bulan depan tersebut. Seluruh petugas yang disebar wajib mematuhi protokol kesehatan. Juga, menjalani rapid test secara berkala. Surat tes cepat nantinya wajib ditunjukkan ke setiap rumah penduduk yang didatangi. Mengingat sampai kini masih banyak warga ketakutan menerima tamu dari luar wilayahnya. ‘’Warga diperbolehkan menemui petugas di teras atau halaman saja. Tidak perlu masuk ke dalam rumah,’’ terangnya.

Adapun teknis pendataannya, setiap petugas bertanggung jawab mendata 10 rukun tetangga (RT). Kisaran jumlah penduduknya sekitar 66 kepala keluarga (KK). Sehingga, tiap petugas bakal mendata 600 KK dalam 15 hari. Prosesnya bekerja sama dengan pemangku wilayah setempat. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close