Seniman Jalanan Keluhkan Penertiban Satpol PP

35

PONOROGO – Wujud, 60, tidak menduga petaka menimpanya pagi-pagi sekali. Seperangkat gamelan yang menjadi perlengkapannya cokekan diangkut petugas Satpol PP Ponorogo kemarin (4/12). Seniman jalanan asal Desa/Kecamatan Sambit itu tak bisa lagi berdendang di alun-alun Ponorogo. ‘’Tidak ada pemberitahuan. Asal angkut saja,’’ kata Wujud.

Wujud kecewa, peranti mengamennya itu diangkut begitu saja. Dia yang sudah mangkal di alun-alun sejak 2003 lalu itu baru sekali ini terciduk. Padahal, dia mengklain sudah izin untuk menggelar lapaknya. ‘’Saya sudah izin sejak 2003 lalu, jadi kenapa harus disita,’’ ujarnya.

Tujuh pedagang lainnya bernasib sama. Peralatan yang kebanyakan digunakan membuka lapak warung turut diangkut. Mayoritas peralatan yang diangkut tidak ada pemiliknya. ‘’Seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu,’’ tuturnya.

Wujud berharap peralatan bekerja tiap harinya segera dikembalikan. Jika menyalahi aturan, dia meminta petugas memberikan pengarahan sebelum mengambil tindakan. ‘’Belum tahu ini mau bekerja apa, mungkin mau ke markas satpol PP dulu,’’ katanya.

Kasatpol PP Ponorogo Supriyadi menuturkan, penertiban di kawasan alun-alun dilakukan karena melanggar Perda Nomor 5/2017 tentang Ketertiban Umum. Sebenarnya pedagang tidak dilarang berjualan di kawasan tersebut. ‘’Selesai berjualan harus meringkas peralatannya. Biar tidak semrawut,’’ ujar Supriyadi.

Ada delapan lapak di kawasan alun-alun yang ditertibkan. Mereka merupakan pedagang yang melanggar kesepakatan sebelumnya. Isi kesepakatan yaitu usai berdagang, perlengkapan tidak ditinggal di lokasi. ‘’Jadi, gak perlu ada pemberitahuan sebelumnya karena kami sudah sepakati hal itu. Apalagi semua tahu bahwa alun-alun merupakan perwajahan kota,’’ tuturnya.

Dia tidak langsung mengembalikan peralatan pedagang yang disita. Itu dilakukan untuk menimbulkan efek jera dan pelajaran. Agar di kemudian hari tidak mengulangi kesalahan yang sama. ‘’Setelah ini kami akan panggil pedagang untuk konfirmasi. Kami sita barangnya mungkin satu minggu dahulu,’’ ungkapnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here