Sengketa Pilkades Watukarung: Dua Cakades Saling Ancam  

139

PACITAN – Sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Watukarung, Pringkuku, berpotensi memicu kerawanan antarmasyarakat setempat. Sebab, para pendukung dua kubu calon kepala desa (cakades) sama-sama antusias. Itu tampak dari banyaknya massa yang selalu datang mendampingi para cakades di Pendapa Pemkab Pacitan.

Rabu lalu (17/10) misalnya. Sekitar 90 pendukung mengawal cakades nomor urut 1 Darmadi yang datang memenuhi panggilan Panita Pilkades Serentak Kabupaten Pacitan. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pacitan Suharyanto pun mewaspadai potensi menghangatnya kondisi di Watukarung.

Dia menilai rivalitas dua pihak itu besar kemungkinan memicu ketidakpuasan atas hasil keputusan panitia tingkat kabupaten. ‘’Meskipun tim (panitia pemilihan kabupaten, Red) bertindak sangat-sangat objektif dan berdasarkan aturan yang ada,’’ kata Suharyanto kemarin (18/10).

Dia menambahkan, selisih satu lidi alias satu suara hasil Pilkades Watukarung turut memicu potensi gesekan kedua belah pihak. Pasalnya, mereka memiliki perbedaan pendapat akan hasil penghitungan suara tersebut. ‘’Potensi itu ada, kami hanya bisa antisipasi,’’ ujarnya.

Apalagi usai dimintai keterangan Rabu lalu (17/10), cakades Darmadi yang kalah selidi bersikukuh dengan gugatannya untuk membuka kembali kotak suara. Dia menduga dalam kotak suara rusak terdapat indikasi perusakan yang sengaja dilakukan oknum petugas penghitungan suara. ‘’Kalau tidak fair, kami akan lakukan upaya hukum selanjutnya,’’ ancam Darmadi.

Pun cakades nomor urut 2 Wiwit Pheni merasa dirugikan atas sengketa pilkades ini. Dia mengklaim ada dugaan pelanggaran yang diajukan lawannya. Sehingga, SK penetapannya sebagai cakades terpilih tertunda. Sama dengan Darmadi, jika keputusan panitia tingkat kabupaten merugikan pihaknya, dia juga akan menempuh jalur hukum. ‘’Secara de jure dan de facto saya ini pemenangnya, tapi dalam hal ini saya sebagai pihak yang dirugikan,’’ klaimnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here