Sengit, Persaingan di Semua Kelas Srambang KOM Challenge 2018

442

MADIUN – Srambang KOM Challenge 2018 dimulai! Di kategori men’s cyclist, seluruh kelas road bike diyakini bakal berlangsung sengit. Mulai cyclist lokal hingga open. Pasalnya, banyak pembalap berprestasi yang turun berkompetisi. Termasuk pembalap timnas yang sempat membela tanah air di Asian Games 2018 (AG) lalu. ’’Saya fight, target minimal harus podium,’’ kata Victor Hadi, cyclist Ratjoen Cycling Club (RCC).

Victor turun di kelas road bike open under 40. Dia merupakan cyclist pemula. Baru setahun ini gowes. Namun, Victor diprediksi akan membuat pertarungan di kelas road bike open under 40 semakin sengit. Bukan tanpa sebab. Victor baru saja menyabet runnerup di event Tour de Ambarukmo, beberapa waktu lalu. Meski demikian, Victor melihat pembalap lain di kelasnya juga berpeluang. Seperti Tio (WDNSDY), Alviansyah (Sub Jersey), Edi Purnomo (Happy Monday), dan Nandra Eko Wahyudi yang atlet AG 2018.

‘’Saya melihat pembalap-pembalap dari klub Solo (Happy Monday) bagus-bagus. Persiapan sebenarnya sudah lumayan, Srambang KOM Challenge 2018 juga sebagai tes bagi saya untuk event di akhir tahun,’’ ujarnya.

Kelas road bike open up 40 tak kalah bergengsi. Lima cyclist diprediksi bertarung ketat memperebutkan gelar King of Mountain (KOM). Di antaranya Juwanto (Bike Gallery Specialized Semarang), Rudy S. Rustanto (RCC), Gunawan Indro asal Solo, serta Dwi Ratsongko dan Joko Jumalis dari Surabaya. Juwanto favorit lantaran di Gran Fondo New York (GFNY) Bali 2018 lalu dia keluar sebagai juara I overall. ’’150 kilometer full race. Juara itu menurut saya bonus, yang penting maksimal saja,’’ tuturnya merendah.

Juwanto bakal mendapat perlawanan sengit. Salah satunya Rudy S. Rustanto. Atlet RCC yang akrab disapa Rudy Cepu itu sempat merebut gelar runner-up di Jamus 100K Cycling Party edisi lalu. Rudy mengaku sudah mengetahui trek Srambang. Tantangan terberat ada di Srambang menjelang finis. ’’Tanjakannya termasuk grade tinggi, lumayan curam. Meski tipikal tanjakannya tidak begitu jauh,’’ beber Rudy Cepu.

Untuk kategori cyclist lokal, persaingan juga diprediksi sengit. Nama-nama yang difavoritkan untuk kelas road bike lokal under 40 di antaranya Fuad Aji (Banjarejo Road Bike), Andrian Narindra (Wonder Wong Ngawi), Dimas Abimanyu (Optik Sinar Cycling), serta Amron dan Nova Nurdinata (West Wilis Road Bike). Amron mengakui nama-nama itu berpeluang merebut KOM di kelas lokal under 40. Dia secara khusus menjagokan Nova, kompatriotnya satu klub.

’’Nova baru pertama kali ini ikut event cycling Jawa Pos Radar Madiun, tapi dia sangat potensial,’’ sebutnya. ‘’Sekitar 500 meter menjelang finis yang akan menjadi ujian utama seluruh cyclist,’’ imbuh Amron.

Bagaimana kelas road bike lokal up 40? Di sana dihuni sejumlah cyclist senior berprestasi seperti Suyadi (Puri Cycling Club), Agus Haryanto (RCC), serta trio Andik Sungkono, Rahmat Yusuf, dan Suwadi (IPSM). Suyadi secara khusus melihat nama-nama cyclist itu sebagai kandidat peraih KOM. Namun, dia memilih untuk tak pasang target muluk-muluk. ’’Lagipula saya belum pernah mencoba gowes di Srambang, jadi tidak ada target khusus,’’ kata peraih peringkat keempat di kelas road bike up 40 Jamus 100KM Cycling Party 2017 itu. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here