Semua Fasilitas UNBK Serba Terbatas

50

MAGETAN – Keterbatasan fasilitas dan jumlah siswa membuat SMK Kesehatan PGRI Magetan harus join selama pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) berlangsung. Terlebih secara administrasi, SMK Kesehatan PGRI menginduk ke SMKN 2 Magetan sebagai sekolah penyelenggara. ‘’Ini tahun ketiga kami menggelar UNBK,’’ kata Kepala SMK Kesehatan PGRI Magetan Sugianto kemarin (27/3).

Pada pelaksanaan UNBK 2019, Sugianto mengaku tidak menggunakan komputer sebagai client. Melainkan memakai laptop hasil pinjaman dari guru dan wali murid. Meskipun pihak sekolah sebenarnya punya tiga unit komputer yang bisa dimanfaatkan. ‘’Berbagai cara memang kami tempuh untuk memfasilitasi siswa mengikuti UNBK. Karena tidak mampu beli, ya sudah pinjam saja,’’ ujarnya.

Selain itu, memanfaatkan komputer juga membutuhkan daya listrik yang besar. Sementara pihak sekolah empet-empetan apabila harus menaikkan daya karena berbiaya. Sedangkan, di sisi lain, anggaran sekolah terbatas. ‘’Kami carikan solusi pakai laptop untuk mengurangi daya. Biayanya juga lebih murah,’’ tuturnya.

Meski demikian, Sugianto bersyukur pelaksanaan UNBK di tempatnya tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya. Saat itu pihaknya harus dituntut untuk mempersiapkan server yang harga pembeliannya mencapai Rp 12,5 juta. Belum lagi, server itu harus dirakit sendiri. ‘’Murah tidak apa-apa yang penting bisa digunakan. Anak-anak tidak panik,’’ katanya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here