Sempat Dipalak Segerombolan Pemuda Mabuk

134

MEJAYAN – Kematian Ridho Cahyo, pelajar MTsN 5 Mejayan yang hanyut di Bengawan Madiun, masih berselimut misteri. Warga Desa/Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, itu ditemukan tak bernyawa di pinggir bengawan masuk Desa Banget, Kwadungan. Diduga pelajar 14 tahun itu meninggal dengan cara tidak wajar. ‘’Informasinya, sebelum ditemukan meninggal di bengawan, korban dan teman-temannya bertemu sejumlah pemuda mabuk,’’ kata Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan MTsN 5 Mejayan Diana Ratna Dewi kemarin (27/3).

Diana menuturkan, peristiwa nahas itu terjadi Sabtu malam (23/3). Awalnya Ridho pamit kepada orang tuanya hendak menginap di rumah temannya yang tak jauh dari kediamannya. Orang tuanya lantas mengizinkan. Namun, sebelum sampai di rumah temannya, di tengah jalan Ridho bertemu dengan Pa dan Ad serta dua rekannya yang lain. Kelimanya  lantas naik tiga motor berbeda menuju Kota Madiun. ‘’Pamit ke ibunya, Sabtu malam sekitar jam 11 sehabis ikut pengajian,’’ ujar Diana.

Sesampainya di Desa Garon, Balerejo, mereka sempat berhenti untuk beristirahat. Beberapa saat kemudian datang sekelompok pemuda mabuk. Gerombolan pemuda itu lantas memalak para anak baru gede (ABG) itu. Karena takut, mereka memutuskan untuk kabur dan mencari pertolongan masing-masing. Sementara Ridho tertinggal cukup jauh dari teman-temannya. ‘’Teman-temannya tidak tahu Ridho diapakan oleh segerombolan pemuda itu, karena Pa dan Ad lari duluan,’’ paparnya.

Setelah dinilai aman, Pa dan Ad meminta pertolongan ke satpam salah satu perusahaan tak jauh dari lokasi. Hingga akhirnya, satpam tersebut menghubungi pihak polsek terdekat. Sejak saat itu rekan-rekannya tak mengetahui keberadaan Ridho hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa di pinggir  bengawan. ‘’Dan akhirnya, pada hari Senin baru tahu kalau ditemukan di Kwadungan,’’ beber Diana.

Senin pagi, Diana tidak bisa melacak  keberadaan Ridho masuk sekolah atau tidak. Lantaran kelas VIII sedang belajar di rumah. Hingga akhirnya dia mendapat kabar bahwa salah seorang siswanya itu sudah ditemukan tewas di Kwadungan. Menurutnya, Ridho merupakan siswa yang baik. ‘’Saya tidak tahu seperti apa pergaulannya di rumah, yang jelas di sekolah anak ini tidak neko–neko, baik lah,’’ katanya.

Pihak kepolisian, baik Polsek Mejayan maupun Polsek Balerejo, sudah melimpahkan kasus ini ke pihak Polres Madiun. Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sudah memintai keterangan saksi dan mengamankan terduga pelaku di balik tewasnya Ridho. ‘’Untuk pelakunya sudah kami tangkap, besok (hari ini, Red) akan kami adakan press rilis,’’ kata Logos. (fat/c1/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here