Sempat Bernapas, Harsono Meregang Nyawa di Galian Fondasi

68
BUKAN KECELAKAAN KERJA: Polisi mengecek galian fondasi yang menjadi tempat meninggalnya Harsono.

PONOROGO – Diduga serangan jantung, Harsono, 47, meregang nyawa di galian fondasi tempatnya bekerja Kamis (4/7). Peristiwa sekitar pukul 09.20 itu mengejutkan para pekerja bangunan lainnya di pekarangan rumah Sarengat di Jonggol, Jambon.

Dua teman kerjanya: Kateno, 53, dan Harianto, 41, warga setempat; dan Sarengat, pemilik pekarangan, seolah tak percaya. Sekitar pukul 07.00 mereka mulai bekerja membangun rumah Sarengat. Ketika itu, Harsono sedang menggali fondasi. ‘’Awalnya seperti biasa mereka bekerja bareng dengan tugas masing-masing,’’ kata Kapolsek Jambon Iptu Nanang Budiarto.

Satu setengah jam berselang mereka istirahat untuk sarapan. Tidak ada yang berbeda dari Harsono. Dia malah terlihat segar dan lahap menyantap sarapan yang disajikan tuan rumah. Usai sarapan, mereka ngobrol sejenak. ‘’Setengah jam kemudian mulai bekerja kembali,’’ lanjutnya.

Harsono tetap meneruskan pekerjaan menggali fondasi. Tepat pukul 09.20, Kateno dan Harianto terkejut bukan kepalang. Saat hendak mengambil peralatan, keduanya melihat Harsono sudah telungkup di galian. ‘’Masih bernapas, mau dilarikan ke puskesmas,’’ ujarnya.

Kateno dan Harianto bergegas menolong Harsono. Keduanya sempat mengecek urat nadi Harsono masih berdenyut. Dibantu warga setempat, Harsono dilarikan ke puskesmas setempat. ‘’Ada warga yang mendengar, kemudian datang dan berusaha membantu,’’ sambungnya.

Nahas, saat perjalanan menuju Puskesmas Balong, Harsono tutup usia untuk selama-lamanya. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Keluarga memberikan keterangan bila Harsono memiliki riwayat penyakit jantung, asma, dan gejala stroke. ‘’Bukan kecelakaan kerja,’’ jelasnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here