Pacitan

Sembilan Tahun Sumur Bor Dibiarkan Rusak, Warga Nglumbu Bingung Mengadu ke Siapa

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sumur bor bantuan Badan Geologi Bandung jadi rongsokan. Sejak 2010, paket pengairan berkapasitas 5.000 liter di RT 1, RW 2, Nglumbu, Sambong, Pacitan, itu tak lagi berfungsi. ‘’Sudah lama mangkrak. Malah banyak yang nawar,’’ kata Matori, ketua RT setempat.

Sumur yang berjarak 50 meteran dari rumah Matori itu seolah menghadirkan ironi. Lantaran warga di sekitarnya bisa menyedot air dengan sumur pompa biasa. Meski sumur pompa buatan warga terus berkurang airnya sejak sebulan terakhir. Membuat warga harus bergiliran untuk memanfaatkan airnya. ‘’Sebenarnya itu (sumur bor, Red) dulu dibuat untuk dialirkan ke Dusun Sengon dan Dusun Nglaban (Desa Sambong). Soalnya di dua dusun itu tidak ada sumber air yang bisa dibor,’’ ujarnya.

Boimin, warga lainnya, mengenang ketika sumur bor masih dapat dimanfaatkan. Sebelum rusak, pria 65 tahun itu hanya butuh setengah jam untuk mengisi toren berkapasitas 5.000 liter dari sumur bor. Kala itu, warga Nglumbu dengan penduduk 45 KK juga dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari. ‘’Seingat saya, sumur bor ini dibangun pada 2008. Dikerjakan kontraktor dari Surabaya,’’ timpal mantan kasun Nglumbu itu.

Menilik keterangan Boimin, sumur bor dengan kedalaman 150 meter itu hanya bermanfaat selama dua tahun. Setelahnya mati total lantaran diesel penyedotnya rusak. Sejatinya, Boimin sudah beberapa kali musyarawah dengan lingkungan untuk memanfaatkannya kembali. Namun, tidak tahu harus mengadu ke mana. Mau bertindak sendiri takut salah. Daya listrik rumahan juga tidak ngangkat untuk menyalakan mesinnya. ‘’Sudah lapor ke desa, tapi sampai sekarang masih seperti itu,’’ ungkapnya.

Letak Dusun Nglumbu, Sengon, dan Nglaban berjajar. Wilayah paling ujung terdapat Dusun Mbenggle, Desa Sambong. ‘’Lima tahun lalu sempat dilakukan pengeboran di dusun ini. Tapi keluarnya cuma lumpur,’’ kata Kasun Mbenggle Dede Arisman.

Aris, sapaan Dede Arisman, menyebut bahwa warganya sampai kini hanya memanfaatkan sumur manual dan belik. Juga dibantu dropping air bersih dari berbagai pihak. (den/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close