Pembunuhan Herfina di Jembatan Galok Direkonstruksi, Pelaku Peragakan 19 Adegan

6255
REKA ULANG: Joko memperagakan sejumlah adegan pembunuhan di Jembatan Galok, Sampung, Kamis (22/8).

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tidak ada belas kasihan yang ditunjukkan Joko Hermanto, 26, kala memperagakan satu demi satu adegan pembunuhan terhadap Herfina Rahma Sari, 19, di Jembatan Galok, Sampung, Kamis (22/8). Usai membenturkan kepala korban ke plengsengan jembatan, Joko melenggang.  Meninggalkan perempuan hamil itu dalam kondisi bersimbah darah di bawah Jembatan Galok. ‘’Saya langsung pergi,’’ kata Joko kala ditanya penyidik saat memperagakan adegan ke-16 dalam rekonstruksi pembunuhan Herfina kemarin.

Warga Lembah, Babadan, itu merekonstruksi 19 adegan pembunuhan remaja asal Mangkujayan tersebut. Dimulai pukul 09.00. Lokasi pertamanya yakni Apotek Karya Husada di Perempatan Tambakbayan, tempat si tersangka membeli sarung tangan latex. Kemudian berlanjut ke Terminal Seloaji. Di sana, pelaku menjemput korban lalu pergi ke Sarangan. Lokasi ketiga di Jembatan Galok, Sampung. Joko diketahui pulang bersama Herfina ke Ponorogo melalui Sampung. Di situlah nyawa Herfina dihabisi, Selasa dini hari (23/7). Menurut Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko, Joko awalnya mencoba membunuh korban di Sarangan. Karena terlalu ramai, akhirnya mencari tempat yang lebih sepi. ‘’Adegan yang diperagakan tersangka menunjukkan adanya perencanaan,’’ katanya.

Pelaku beralasan kencing lalu mengenakan sarung tangan masuk adegan ke-10. Adegan ke-11, Joko cekcok dengan Herfina. Lantas mencekiknya dari belakang di adegan ke-12. Rupanya, korban sempat meronta. Di adegan ke-13, Joko yang berusaha mendorong Herfina ikut terseret jatuh ke bawah jembatan dari ketinggian 20 meter.

Di adegan ke-14 di bawah jembatan, Joko kembali mencekik leher Herfina. Berlanjut adegan ke-15, membenturkan kepala korban ke plengsengan jembatan hingga bersimbah darah lalu tewas. Di adegan ke-16, Joko bergegas pergi dengan sepeda motornya. ‘’Awalnya hanya 16 adegan sesuai keterangan tersangka dan saksi. Tapi, di lokasi bertambah menjadi 19 adegan untuk menjelaskan bagaimana tersangka pergi usai membunuh korban,’’ terang kasat reskrim.

Usai rekonstruksi, penyidik semakin yakin bahwa pembunuhan ini terencana. Maryoko segera merampungkan pemberkasan dan melimpahkannya ke kejaksaan. Tim jaksa penuntut umum (JPU) turut hadir dalam rekonstruksi kemarin. Sekaligus penasihat hukum yang ditunjuk mendampingi tersangka. ‘’Terdapat kesesuaian antara keterangan saksi, tersangka, petunjuk, serta alat bukti yang ada,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here