Pacitan

Semarak Kemerdekaan Warga Pacitan

Penambang Sirtu Upacara di Tengah Sungai Grindulu

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Puncak peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Senin (17/8) begitu terasa di seantero Pacitan. Seperti yang berlangsung di tengah aliran Sungai Grindulu. Pesertanya para penambang pasir dan batu (sirtu) di Desa Gegeran dan Borang, Kecamatan Arjosari.

Seluruh peserta begitu antusias mengikuti prosesi pengibaran bendera. Mereka seakan tidak peduli dengan panasnya cuaca yang mencapai 32 derajat Celsius. Ketika masuk detik-detik proklamasi kemerdekaan, beberapa peserta lantas memukul kentungan yang mereka bawa bersama-sama.

‘’Ada beberapa penambang yang sempat bekerja. Tapi, ketika prosesi pengibaran bendera dilakukan, mereka semua berhenti sejenak dan memberikan penghormatan selama tiga menit,’’ kata Purwoto, pemimpin upacara.

Pria 60 tahun itu mengaku tidak ada persiapan sebelumnya. Semua dilakukan secara dadakan. Begitu ide upacara kemerdekaan di sungai muncul, para penambang sirtu langsung sepakat. ‘’Tanpa latihan. Tapi, semuanya punya keinginan yang sama dan akhirnya tergerak sendiri untuk turut serta,’’ ujar Purwoto.

Semarak upacara detik-detik proklamasi juga dilakukan oleh warga Gegeran dan Borang di atas Gunung Jaran. Mereka mengibarkan bendera dari puncak sebagai bentuk semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

‘’Persiapannya cukup singkat. Dimulai sejak Minggu sore (16/8). Warga bagi tugas, ada yang mencari bambu ke Bukit Supituring hingga naik sekitar 2 kilometer. Sebagian mencari sound system, bendera, serta umbul-umbul,’’ terangnya.

Selain penambang sirtu, upacara juga diikuti oleh sejumlah pelajar desa setempat. Purwoto berharap, dengan kemasan upacara seperti ini dapat menyulut semangat kemerdekaan. ‘’Saat ini kita tinggal mengisi kemerdekaan. Jadi, jangan patah arang. Tetap berkreativitas asal positif,’’  tuturnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close