Semangat NGWSK8 Berseluncur Tak Pernah Luntur

28
GAME OF SKATE: Anggota NGWSK8 saat berkumpul dan berlatih di Alun-alun Merdeka.

Para pecinta skateboard Bumi Orek-orek berhimpun dalam  NGWSK8. Mereka biasa berkumpul di Alun-alun Merdeka sembari beradu skill hingga kerap lupa waktu. Seperti apa keseruan segerombolan pemuda yang resah lantaran skatepark tak lagi bisa difungsikan ini?

—————-

DENI KURNIAWAN, Ngawi

MELOMPAT, melayang, berputar dengan mengayunkan kaki di atas papan seluncur menjadi santapan sehari-hari NGWSK8. Kumpulan pencinta skateboard itu lincah membelah jalan tengah Alun-Alun Merdeka. ‘’Kami biasa kumpul, sharing trik-trik baru,’’ urai koordinator NGWSK8 Nandyto Wibowo.

Sabtu malam menjadi hari baik bagi komunitas ini untuk berkumpul. Dulu, di skatepark ketika masih satu kawasan dengan Alun-Alun. Belakangan, pencinta olahraga ekstrem ini beralih ke jalan tengah. ‘’Jatuh dan babras sudah biasa. Tapi kalau skatepark-nya seperti itu, ya siapa yang mau bermain di situ,’’ ujarnya.

Medan tanjakan memberi andil besar dalam penguasaan trik bermain papan seluncur. Nandyto dkk tak ambil pusing tentang keadaan skatepark yang sejatinya membuat resah itu. Alhasil, mereka cukup mengeksplorasi di tempat seadanya. ‘’Trik-trik skateboard banyak, tapi ya mau bagaimana lagi. Semoga bisa digunakan lagi skatepark-nya,’’ harapnya.

NGWSK8 merupakan satu-satunya komintas skateboard di Ngawi. Mereka berhimpun sejak 2006. Total anggotanya 32 orang, meskipun kini yang rutin kumpul tak sebanyak dulu. Ada yang sudah melancong ke luar kota. Sebagian disibukkan urusan pribadi. Banyak prestasi yang sudah diraih NGWSK8. Salah satu anggotanya berhasil memboyong juara di ajang ProJam 2017 di Kota Madiun. Padahal, kala itu mereka masih terbilang pendatang baru. Pun, sejumlah event bergengsi lain di berbagai daerah. ‘’Lupa dapat juara berapa. Waktu itu, hadiahnya papan seluncur,’’ ingat pemuda 21 tahun ini.

Bukan tanpa sebab NGWSK8 bisa berbicara banyak saat turun kompetisi. Mereka punya kebiasaan unik ketika mempelajari teknik baru. Saban berkumpul, mereka membuat kejuaraan kecil-kecilan bertajuk game of skate. Masing-masing berlomba adu cepat menguasi teknik baru yang telah ditentukan. Sebagai penyemangat, mereka bertaruh sembari berlatih. Siapa yang paling lama dalam menguasai trik bakal dihukum mentraktir ngopi. ‘’Mentraktir ngopi tidak masalah, gengsinya itu yang jadi persoalan,’’ ujar Nandyto.

Malam-malam berkeringat bersama serta yang lebih dulu menguasai sebuah trik membelajari yang belum bisa, tak jarang membuat segerombolan pemuda ini lupa waktu. Saking serunya berkumpul, mereka kuat selama 12 jam bermain papan seluncur. Nandyto mengingat, kala itu mereka ngumpul mulai pukul 16.00 sampai 04.00. ‘’Tidak main terus menerus. Pas capek istirahat, lalu main lagi,’’ kata warga Jalan Monginsidi, Pelem, Ngawi, ini.

Para anggota NGWSK8 bukan tidak tahu risiko bermain papan seluncur. Nandyto sendiri sempat mengalami cedera parah saat mempelajari teknik hard flip. Demi menguasai teknik memutar papan seluncur itu, sampai harus dirawat di rumah sakit beberapa hari. ‘’Papan jatuh lebih dulu kemudian menyodok selangkangan,’’ terangnya.

Risiko cedera terkalahkan kepuasan setelah berhasil menguasai trik baru. Semangat untuk tetap melesat di atas papan seluncur tak pernah luntur. Rutinitas berkumpul pun masih berjalan sampai sekarang. Menjajal teknik-teknik baru yang dipelajari dari berbagai referensi terus dilakukan. ‘’Semacam ada persaingan positif dari masing-masing anggota komunitas,’’ pungkasnya. ***(fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here