Selidiki Kasus Pencemaran Sungai Pacalan, Sekda Minta DLH Turun Tangan

16

MAGETAN – Limbah bangkai hewan ternak yang mencemari Sungai Pacalan di Plaosan akhir-akhir ini membuat prihatin Pemkab Magetan. Sebab, selain berdampak buruk pada lingkungan, juga mengancam ekosistem sungai.

Sekdakab Magetan Bambang Trianto mengaku sudah mengetahui informasi tersebut dari media. Menurut dia, aktivitas pembuangan bangkai hewan ternak ke sungai yang berakibat pada pencemaran lingkungan itu perlu segera diakhiri. ‘’Saya minta dinas lingkungan hidup (DLH) untuk mengungkap kasus ini,’’ katanya kepada Radar Magetan Senin (1/7).

Dia menduga aktivitas itu memang sengaja dilakukan oleh kelompok peternak di Plaosan. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk secepatnya mengambil tindakan. Supaya kasus pencemaran itu tidak semakin membahayakan lingkungan. ‘’Kalau seperti ini air sungai menjadi bau. Padahal, air itu sebagian dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengairi sawah mereka,’’ jelas Bambang.

Pada persoalan ini ada perda yang dilanggar. Sehingga, perlu adanya upaya penindakan. Bambang sangat mengapresiasi langkah kepolisian yang lebih dulu bergerak menindaklanjuti masalah tersebut. ‘’Persoalan ini memang di luar dugaan kami. Perlu segera ada tindakan tegas agar tidak menjadi lebih banyak (kasus pembuangan bangkai hewan ternak ke sungai, Red),’’ ucap mantan kepala dinas pendidikan itu.

Sampai kemarin belum ada perkembangan lebih lanjut dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Plaosan. Mereka mengaku kesulitan untuk menyisir aktivitas pencemaran lingkungan tersebut. Karena banyaknya pelaku usaha ternak ayam di wilayah hukum Polsek Plaosan. ‘’Kami terus berusaha untuk menyelidikinya,’’ ujar Kapolsek Plaosan AKP Muhammad Munir. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here