Selamat Jalan Arif! Balita Tercebur Panci Air Mendidih Itu Telah Berpulang

392
DUKA MENDALAM: Jenazah Arif Nur Hasan saat hendak dibawa pulang ke rumah duka dari RSUD dr Harjono Kamis (4/7).

PONOROGO – Berakhir sudah perjuangan balita 18 bulan itu melawan luka bakar yang mendera tubuhnya. Setelah dirawat intensif 36 hari, balita yang belum sepenuhnya mampu mengaduhkan luka itu tutup usia Kamis (4/7).

Pasca tercebur panci panas berisikan air mendidih, pengujung Mei lalu (28/5) Arif mengalami luka bakar 48 persen. Dua hari terakhir, kondisinya drop. Membuat tim dokter mengurungkan niat hendak merujuknya. ‘’Hanya tidur saja dua hari ini,’’ kata Misdi, 52, ayah Arif, kemarin.

Bungsu pasangan Misdi dan Sulatih, 31, itu meninggal pukul 08.45. Sang ayah menceritakan bahwa kondisi anaknya acap naik turun kendati mendapatkan penanganan intensif di RSUD dr Harjono. Ketika kondisinya membaik dapat merespons orang lain. Ketika kondisinya menurun, si kecil itu tak bisa merespons orang di sekitarnya.

Terakhir, tim dokter mengutarakan rencana untuk merujuk Arif ke Surabaya. Misdi pun bersedia. Sayangnya, takdir berkata lain. Dua hari terakhir, kondisi Arif menurun. Tidak ada lagi tawa kecil Arif selama dua hari ini. Meskipun Misdi dan Sulatih setia menemani di samping bangsal rumah sakit. ‘’Masih sempat tertawa-tawa ketika kondisinya membaik,’’ kenang warga Sidoharjo, Jambon, itu.

Misdi tak dapat menyembunyikan kesedihannya kala berbincang dengan sejumlah dokter dan awak media di sekitar kamar jenazah. Tangisnya seketika pecah begitu sang anak dibawa kerabat ke dalam ambulans. Begitu pula Sulatih yang menangis hebat kala melihat si bungsu telah terbungkus kafan. Arif dimakamkan di TPU Sidoharjo.

Kabid Pelayanan Medik RSUD dr Harjono dr Siti Nurfaidah mengungkapkan, sebenarnya per 30 Juni lalu tim dokter telah mendapat persetujuan dari keluarga untuk dirujuk. Sayangnya, ketika tubuh Arif terus coba dikuatkan agar mampu diboyong ke kota lain, kondisi fisiknya justru menyerah. Arif dinyatakan meninggal akibat komplikasi. ‘’Tim dokter sudah all-out. Terakhir kami berupaya merujuk tapi keadaan umumnya menurun,’’ terangnya.

Tim yang mengawal perawatan Arif digawangi dua dokter spesialis sekaligus (bedah dan anak). Arif juga telah menjalani enam kali operasi untuk mengobati luka bakarnya yang mencapai 48 persen. Transfusi darah bahkan sudah diberikan sampai enam kali. Arif juga mendapat asupan albumin untuk menjaga agar cairan dalam pembuluh darah tidak bocor ke organ lainnya. ‘’Kasus luka bakar pada anak dengan luasan lebih dari 30 persen itu memang berat. Peluang sembuhnya 50:50. Sejak awal, orang tua sudah diedukasi bahwa luka bakar pada anak itu tantangan yang tidak mudah,’’ ungkapnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here