Selama Ramadan THM Tutup Sepekan

152

PACITAN – Pengusaha tempat hiburan malam (THM) di Pacitan kelabakan. Sebab, keputusan penutupan seluruh tempat hiburan itu lahir H-2 Ramadan. Tepatnya saat rapat koordinasi dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan menyambut bulan suci Ramadan tahun 1439 Hijriah di Gedung Karya Dharma, Selasa lalu (15/5). ‘’Sebelumnya tidak ada omongan apa-apa, dan diminta menandatangani kesepakatan dalam forum itu,’’ kata Sobian, pengelola tempat karaoke Minang, Rabu (16/5).

Sobian mengaku baru tersadar setelah lahir kesepakatan tersebut dibacakan oleh salah seorang perwakilan lurah. Salah satunya, menutup total aktivitas THM selama Ramadan. Dia mengaku kaget sekaligus khawatir. Mengingat penutupan operasional tersebut berujung pada kerugian pada usahanya. ‘’Nanti karyawan bagaimana untuk mencukupi kebutuhan hari raya,’’ ujarnya.

Sobian mengaku tidak dapat berbuat banyak selain pasrah dengan kebijakan tersebut. Terlebih, dia sudah membubuhi tanda tangan. Kata dia, kebijakan penutupan tersebut tidak harus dilakukan. Hal itu mengacu pada aturan yang diterapkan tahun sebelumnya. ‘’Tutup satu minggu. Setelah itu buka setelah tarawih, jam tiga tutup, ’’ jelasnya.

Bupati Pacitan Indartato tidak banyak memberikan komentar. Dia mengaku jika penutupuan itu sesuai dengan aturan. Sementara tugasnya melayani masyarakat agar beribadah dengan baik. Untuk itu, pihaknya mendukung regulasi tersebut. Dia berharap agar masyarakat menyadari kebijakan tersebut. ‘’Sementara kegiatan (di THM) seperti itu dikurangi,’’ tuturnya.

Kapolres Pacitan AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, kebijakan operasinal THM ditentukan oleh pemkab melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pacitan. Untuk itu, sebagai penagak hukum, pihaknya mendukung. ‘’Kalau pemerintah bilang tutup ya kami ikuti,’’ tegasnya sambil menyatakan jika kebijakan itu diambil untuk menghidari sweeping warga ataupun ormas ke THM.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Pacitan terkesan gamang menentukan aturan operasional THM.  Maklum, kurang dari sepekan Ramadan, aturan tersebut belum juga dibuat. Bahkan, satuan polisi pamong praja (satpol PP) dan dinas pariwisata pemuda dan olahraga (disparpora) justru saling lempar. (odi/c1/pra)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here