Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Si Komo Silakan Lewat

62

MAGETAN – Pemkab Magetan tidak akan membatasi operasional kendaraan pengangkut tambang galian selama libur Natal dan tahun baru (Nataru). Kebijakan ini memang bertentangan dengan Peraturan Menteri Perhubungan dengan Nomor PM 115/2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas Operasional Mobil Barang Selama Masa Angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Yakni, mobil barang untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, dan batu dilarang melintas.

Kabid Ketertiban Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magetan Oentoro Boedirahardjo mengatakan tidak semua ruas jalan haram dilalui si komo –sebutan kendaraan berat. Sebab, hanya ruas jalan nasional dan tol. Itu pun tidak menyeluruh. Wilayah Kabupaten Magetan tidak masuk daftar jalan nasional yang haram dilalui si komo selama libur Nataru. ‘’Hanya ruas Mojokerto-Caruban. Magetan tidak,’’ katanya.

Hingga kemarin, masih didapati si komo yang bebas melintas. Baik di jalan provinsi maupun nasional. Kendaraan pengangkut material galian C itu ditutup rapat dengan terpal. Sehingga, tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Itu juga salah satu aturan bagi truk pengangkut material galian C. ‘’Tetap diperbolehkan lewat,’’ ujarnya.

Kendati demikian, para sopir si komo harus siap-siap. Dalam kondisi tertentu, pihak kepolisian berhak membatasi jam operasional mereka. Yakni, melaksanakan manajemen dan rekayasa lalu lintas menggunakan rambu lalu lintas, alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), serta alat pengendali dan pengaman pengguna jalan. Baik saat melewati jalur nasional maupun provinsi. ‘’Sifatnya sementara,’’ ungkapnya.

Oentoro menyebut, ruas jalan nasional yang melintas di Kabupaten Magetan tidak panjang. Hanya sekitar delapan kilometer. Yakni, jalan Madiun-Solo, mulai perbatasan Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun di sisi timur hingga perbatasan Kabupaten Ngawi di sisi utara. Sedangkan jalan provinsi, mulai ruas terminal Maospati hingga Cemoro Sewu sepanjang 40 kilometer. ‘’Jalan itu tidak banyak dilewati kendaraan besar,’’ tuturnya.

Khusus untuk kendaraan pengangkut sembako, ternak, hingga bahan bakar, aturan pembatasan operasional tidak berlaku. Baik di jalan nasional maupun tol. Sehingga, kapan pun mereka bebas melintas. Aturan itu, tambah Oentoro, juga berlaku saat Lebaran. Sebab, mengangkut kebutuhan pokok tidak bisa ditunda pengirimannya. ‘’Ada pengecualian,’’ terangnya. (bel/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here