Pacitan

Sektor Pariwisata Paling Terdampak KLB Hepatitis A

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sektor pariwisata merasakan betul dampak status kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A di Pacitan. Memasuki November, realisasi target kunjungan wisatawan baru mencapai separo. ‘’Mestinya, status KLB itu segera dicabut. Sangat bersar pengaruhnya bagi pariwisata,’’ kata Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan Harsanto Kamis (7/11).

Pihaknya menargetkan kunjungan tahun ini 2,3 juta pelancong. Namun, baru 1,2 juta wisawatan yang berkunjung ke Pacitan per 4 November kemarin. Persentasenya baru menyentuh angka 55. Penurunan wisatawan paling tinggi sekitar dua bulan setelah status KLB hepatitis A. ‘’Wisatawan takut waktu itu, terutama dari luar daerah. Banyak juga restoran yang merugi,’’ ungkapnya.

Lambat laun kondisinya mulai membaik. Beberapa pekan terakhir kunjungan wisatawan mulai meningkat. Kendati begitu, dia berharap KLB segera dicabut. Pasalnya, status tersebut jadi pertimbangan wisatawan. ‘’Kami akan segera koordinasi dengan dinas terkait tentang masih adanya kasus hepatitis A baru maupun yang kambuhan,’’ ujarnya sembari menyebut pengunjung tertinggi di Pantai Klayar, Watukarung, dan Gua Gong.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan menyatakan status KLB hepatitis A belum dicabut. Alasannya, masih ada satu-dua kasus baru dan kambuhan. Kemunculan kasus baru ditengarai lantaran kontak keluarga. Selain itu, belum dicabutnya status KLB mempertimbangkan kelancaran bantuan obat-obatan dari provinsi. Diperkirakan KLB bakal dicabut November ini. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close