Sekolah Terendam Banjir, Puluhan Komputer Rusak

102

MADIUN – Banjir juga merusak puluhan unit komputer sekolah. Tidak terselamatkan kala luapan Kali Jerohan nyaris menenggelamkan puluhan SD dan SMP di Kecamatan Balerejo dan Pilangkenceng, Rabu lalu (6/3). ‘’Air kan datangnya tengah malam, jadi tak bisa diselamatkan,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo.

Sodik menyebut kisaran 20–25 unit komputer yang rusak dari 24 satuan pendidikan. Perinciannya, 22 SD dan 2 SMP. Wilayah terparah di Kecamatan Pilangkenceng dan Balerejo. Seluruh komponen mulai power supply, CPU, monitor, tidak berfungsi akibat terendam air. Selain komputer, air juga merusak peralatan musik dan kesenian beberapa sekolah. Tidak terhitung buku pelajaran dan administrasi yang basah. ‘’Tapi tidak ada bangunan rusak karena banjir,’’ ujarnya.

Dia menegaskan kerusakan sarana dan prasarana (sarpras) itu tidak berdampak pada persiapan menjelang ujian nasional berbasis kompetensi (UNBK) awal bulan depan. Jauh hari SMP penyelenggara di wilayah rawan banjir telah melakukan antisipasi. Peranti elektronik di ruang laboratorium diletakkan di atas meja yang tinggi. Termasuk SMPN 1 Balerejo yang terendam banjir. ‘’Kalau UNBK dipastikan aman,’’ ujarnya kepada Radar Mejeyan.

Dikbud tengah menginventarisasi nilai kerugian komputer. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu mengupayakan untuk melakukan penggantian. Namun, karena mekanisme APBD yang anggaran sudah terploting, sulit bisa direalisasikan tahun ini. Dikbud telah menginformasikan persoalan tersebut ke Mendikbud Muhadjir Effendy kala meninjau sekolah terdampak banjir, Senin lalu (11/3). Mengharapkan adanya bantuan. ‘’Kami upayakan juga buku-buku yang sudah tidak bisa digunakan,’’ tuturnya.

Sodik menyebut banjir juga berimbas di luar fasilitas sarpras. Pihaknya sempat mengambil kebijakan meliburkan sekolah-sekolah di wilayah terdampak sejak Kamis. Ratusan siswa dan pengajar baru masuk ketika air sudah surut, Jumat (8/3). Namun, kegiatan belajar-mengajar belum bisa efektif. Mereka diminta kerja bakti untuk membersihkan sisa material banjir hingga keesokan harinya. ‘’Senin sudah mulai berjalan normal. Siswa SD melaksanakan ujian umum dan ujian tengah semester bagi SMP,’’ paparnya. (cor/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here