Siswa Bernilai UN Rendah Berpeluang Diterima di Sekolah Rujukan

46
JADI RUJUKAN: Plt Kepala SMPN 1 Magetan saat menjelaskan sistem zonasi dan alur pendaftaran di SMPN 1 Magetan.

MAGETAN – Menyandang status sekolah rujukan ternyata tak sepenuhnya membuat SMPN 1 Magetan beruntung. Karena dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini menerapkan sistem zonasi. Sehingga, siswa bernilai ujian nasional rendah bisa saja diterima. ‘’Empat sampai lima tahun ke depan, prestasi kami habis. Tidak lagi menjadi sekolah favorit,’’ kata Plt Kepala SMPN 1 Magetan, Muhammad Syaikur Rabu (26/6).

Pemberlakukan sistem zonasi memang membuat pihak SMPN 1 Magetan dilematis. Sekalipun, kuota jalur zonasi yang diberikan hanya 50 persen untuk wilayah Kecamatan Magetan dan Ngariboyo. Kuota itu sebenarnya lebih kecil dibandingkan sekolah-sekolah lainnya. Artinya siswa dengan berpredikat nilai UN tinggi masih mempunyai kesempatan diterima di sekolah tersebut.

Syaikur mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 650 lembar formulir pendaftaran PPDB. Sementara, pagu yang tersedia hanya 288 kursi. ‘’Karena sistem zonasi kan ukurannya jarak. Kalau dekat sekolah, diterima,’’ jelasnya.

Menurut dia, kondisi lebih beruntung bakal dinikmati oleh SMP swasta. Karena bebas menerima siswa tanpa dibatasi aturan. Kendati begitu, Syaikur bersyukur kuota jalur prestasi yang sebelumnya hanya 5 persen diubah menjadi 45 persen di SMPN 1 Magetan. Sehingga, mutu sekolah masih terjamin. ‘’Yang jelas, untuk jalur prestasi nanti akan dilakukan seleksi ketat. Karena (kemampua) siswa itu berbeda-beda. Ada yang akademiknya kurang, tapi berprestasi di bidang non akademik,’’ terangnya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here