Sekolah Non Rujukan Sepi Peminat

34
SEPI: Seorang wali murid mengambil formulir pendaftaran di SMPN 2 Magetan pada pekan kedua dibukanya loket tersebut Senin (1/7).

MAGETAN – Penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) ternyata tidak menjamin sebaran siswa baru merata di setiap sekolah. Lihat saja SMPN 2 Magetan yang hanya terdapat 260 calon peserta didik baru yang mengambil formulir pendaftaran sampai dengan Senin (1/7). ‘’Padahal, pengambilan formulir sudah kami buka sekitar pekan lalu,’’ kata Kepala SMPN 1 Magetan Agus Sunadi.

Secara keseluruhan pihaknya menyediakan 400 lembar formulir. Sedangkan, kuota pagu yang tersedia adalah 250 kursi. Namun, pihaknya pesimistis seluruh formulir itu ludes sampai Kamis mendatang (4/7). ‘’Sekolah kami itu urutannya paling akhir setelah SMPN 1, 4, 3, baru SMPN 2 Magetan,’’ ujar Agus.

Tahun lalu, terang dia, pagu sekolahnya memang tak terpenuhi. SMPN 2 Magetan hanya mendapat 242 siswa. Agus mengungkapkan bahwa itu disebabkan banyak faktor. Salah satunya jumlah siswa lulusan SD sederajat di wilayah zona 1 meliputi Kecamatan Magetan dan Ngariboyo minim. Sementara, pagu yang tersedia melimpah. Baik itu di SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, dan SMPN 4 Magetan. Serta SMPN 1 dan SMPN 2 Ngariboyo. ‘’Kami jalani dulu, setiap hari juga ada saja wali murid, kasek yang mengambilkan formulir,’’ ungkapnya.

Agus menambahkan, faktor lainnya orang tua lebih memilih MTs yang dinilai bisa menjamin pendidikan karakter anak-anak. Begitu pula calon siswa baru yang kebanyakan lebih memilih bersekolah di sekolah favorit yang dianggap lebih bergengsi. ‘’PPDB SMP negeri dibuka akhir, kan masih menunggu perbup dulu,’’ katanya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here