MagetanPendidikan

Sekolah Keluhkan Sistem Zonasi pada PPDB 2019

MAGETAN – Sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA tahun ini menuai banyak keluhan. Tidak terkecuali dari pihak sekolah lantaran terancam kekurangan murid. SMAN 3 Magetan, misalnya, hingga memasuki proses daftar ulang, pagu jalur offline belum terpenuhi. ‘’Dari kuota sebanyak 85 siswa, yang lolos hanya 39,‘’ kata Wakasek Kesiswaan SMAN 3 Magetan Tri Wahyuni S Selasa (18/6).

Tri mengatakan, belum terpenuhinya pagu siswa jalur offline tidak terlepas dari keluarnya juklak dari dinas pendidikan provinsi dengan masa pendaftaran. Akibatnya, pihak sekolah tidak sempat menyosialisasikan ke SMP-SMP di zona maisng-masing, ‘’Juklak turun tiga hari sebelum pendaftaran,‘’ ungkapnya.

Dia juga menyebut bahwa sistem zonasi pada PPDB tahun ini tidak adil. Sebab, membelenggu keinginan calon siswa menempuh pendidikan di sekolah yang diinginkan. ‘’Karena wilayahnya tidak masuk zona,‘’ tuturnya. ‘’Banyak wali murid yang komplain ke kami karena anaknya tidak bisa mendaftar ke sini,‘’ imbuhnya.

Tri berharap pemerintah mengembalikan sistem PPDB seperti yang diberlakukan tahun lalu. Kala itu, kata dia, meski juga menggunakan sistem zonasi, calon siswa -khususnya yang memiliki kelebihan skill– bisa mendaftar ke SMA yang diinginkan. ‘’SMAN 3 Magetan masuk zona 2 yang meliputi Kecamatan Sidorejo, Poncol, dan Plaosan,‘’ pungkasnya. (mgc/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close