Sekolah 5 Hari Berpihak ke ASN, Berangkat-Pulang Kerja Bisa Bersama

53

MADIUN – Sekolah lima hari seminggu dengan durasi waktu delapan jam per hari ternyata sudah diuji coba. Setidaknya ada beberapa sekolah yang telah menerapkannya. Terutama di tingkat sekolah menengah atas (SMA). ’’Segala kebijakan yang ditempuh itu bukan tanpa alasan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi ditemui Jawa Pos Radar Madiun usai bimtek menuju 100 smart city di Hotel Aston Kamis (4/7).

Selain meningkatkan potensi akademik, sebut Maidi, siswa juga bisa mendapatkan pendidikan karakter. Misalnya, selama kegiatan belajar-mengajar (KBM) berjalan di sekolah, siswa dapat mengikuti salat Duhur dan Asar berjamaah. Selain itu, pemberlakuan lima hari sekolah mempertimbangkan standar kerja aparatur sipil negara (ASN). Terutama bagi orang tua siswa yang bertugas sebagai abdi negara.

Dengan begitu, orang tua yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) tidak harus izin menjemput anaknya saat sedang menjalankan tugas kedinasan. ’’Dengan penerapannya nanti, anak berangkat bisa bareng orang tuanya, pulang juga bersamaan dengan jam kantor pulang,’’ papar Maidi.

Dalam implementasi kebijakan itu, dia telah menginstruksikan seluruh kepala SD dan SMP negeri dan swasta di Kota Madiun untuk menyiapkan infrastruktur penunjang. Seperti keberadaan musala dan kantin sekolah. Dengan diterapkannya lima hari sekolah dalam sepekan, maka Sabtu dan Minggu merupakan hari keluarga.

Kendati begitu, Maidi tetap akan mengevaluasi penerapan kebijakan sekolah lima hari dalam sepekan itu melalui hasil ujian nasional (UN). Jika nantinya nilai UN siswa anjlok, maka kebijakan tersebut akan dikembalikan pada konsep awal. ’’Tatkala (penerapan kebijakan) lima hari sekolah nilai UN-nya harus semakin meningkat. Kalau nanti nilainya drop, akan kita kembalikan,’’ tandasnya. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here