Sejumlah Wilayah Tergenang, BPBD Sebut Ngawi Masih Aman

164

NGAWI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi memastikan kondisi saat ini masih relatif aman. Kendati sejumlah wilayah tergenang, kondisi itu hanya dampak banjir kiriman dari wilayah hulu Bengawan Madiun. ‘’Tapi, warga harus tetap waspada karena bisa saja dalam beberapa hari ke depan masih turun hujan dengan intensitas tinggi,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Ngawi Teguh Puryadi kemarin (5/3).

Dia menuturkan, BPBD telah menerima laporan dari wilayah Madiun dan Ponorogo. Ketinggian air Bengawan Madiun mencapai puncaknya sekitar pukul 14.00. Setelah itu, berangsur surut hingga sore kemarin. ‘’Dari wilayah barat (Bengawan Solo, Red) kami juga mendapat laporan debit air masih belum mengkhawatirkan,’’ ungkapnya.

Meski begitu, dia menyebut wilayah Ngawi dan sekitarnya sepekan ke depan diperkirakan diguyur hujan dengan intensitas tinggi sehingga tidak menutup kemungkinan menimbulkan banjir. Terutama di beberapa wilayah rawan. ‘’Kami sudah persiapkan beberapa peralatan maupun anggota sebagai bentuk antisipasi,’’ ujarnya.

Teguh memastikan jika debit dua sungai besar yang melintas di Ngawi yakni Bengawan Solo dan Bengawan Madiun tidak naik bersamaan, kecil kemungkinan terjadi banjir. ‘’Yang rawan kalau wilayah hulu kedua sungai itu sama-sama diguyur hujan dengan intensitas tinggi,’’ ungkapnya sembari menyebut BPBD akan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Dia menyebut, jarak waktu air dari Bengawan Solo mencapai wilayah Ngawi rata-rata sekitar delapan jam. Sedangkan dari Bengawan Madiun diperkirkan enam jam. ‘’Jadi, kalau ada laporan dari daerah hulu masih ada cukup waktu untuk antisipasi,’’ jelasnya.

Ditanya soal status kebencanaan, Teguh mengatakan sempat ke level siaga banjir. Namun, bersamaan turunnya debit air sungai, kembali ke status waspada. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here