Ngawi

Sejumlah Petani Sekitar Waduk Pondok Beralih Tanam Palawija-Tembakau

NGAWI – Penutupan pintu air Waduk Pondok imbas kemarau memaksa para petani sekitar bendungan memutar otak. Sebagian sengaja beralih menanam palawija dan tembakau lantaran bercocok tanam padi sudah tidak memungkinkan akibat minimnya pasokan air dari waduk.

‘’Petani di wilayah yang tidak ada sumurnya kebanyakan beralih menanam palawija seperti kacang dan kedelai. Juga tembakau,’’ kata Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Marsudi Selasa (23/7).

Menurut Marsudi, komoditas palawija dan tembakau tidak kalah menjanjikan dari padi. Jenis tanaman tersebut memiliki nilai jual cukup tinggi dan pangsa pasar sendiri. ‘’Yang beralih ke tembakau kebanyakan petani di wilayah Ngawi timur seperti Karangjati, Padas, Pangkur, dan Bringin,’’ jelasnya.

Mengeringnya Waduk Pondok saat musim kemarau sudah menjadi fenomena tahunan. Pun, sejumlah petani wilayah sekitar memilih membuat sumur sendiri untuk mengantisipasi tersendatnya pasokan air ketika kemarau. ‘’Banyak yang memasang aliran listrik di sawah-sawah sana untuk sumber tenaga,’’ sebut Marsudi.

Diberitakan sebelumnya, volume air Waduk Pondok semakin menyusut bersamaan musim kemarau.  Catatan petugas, dalam sehari ketinggian air rata-rata turun satu sentimeter.

Saat ini volume air waduk hanya tersisa 7,8 juta meter kubik. Padahal, usai masa tanam kedua beberapa bulan lalu masih di angka 11 juta meter kubik. Meski sesuai aturan minimal air yang tersisa sebanyak 5 juta meter kubik, disepakati suplai untuk lahan pertanian dihentikan. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close