Sejumlah Kendala Warnai Proses Rekapitulasi

24

NGAWI – Rekapitulasi perolehan suara hasil coblosan Rabu lalu (17/4) sudah sampai di tingkat kecamatan. Selepas salat Jumat kemarin (19/4), sejumlah kecamatan di Ngawi mulai melaksanakan proses tersebut. ‘’Secara teori memang 14 hari, tapi kami berharap bisa lebih cepat,’’ kata Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni.

Toni -sapaan akrab Syamsul Wathoni- menargetkan, proses rekapitulasi di tingkat kecamatan bisa selesai maksimal seminggu ke depan. Sebab, dia memperkirakan pada 24 atau 25 April mendatang proses rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten sudah dimulai. ‘’Baru setelah itu dilanjutkan rekapitulasi tingkat provinsi,’’ sebutnya.

Toni tidak menampik, selama proses rekapitulasi perolehan suara mulai tingkat tempat pemungutan suara (TPS) hingga desa, diwarnai sejumlah kendala. Di antaranya, kasus penghitungan suara ganda di salah satu TPS. Itu diketahui setelah jumlah perolehan suara dua kali lipat lebih banyak dari daftar pemilih tetap (DPT) di TPS tersebut.

‘’Ada surat suara pemilihan caleg yang dicoblos pada partai dan namanya tapi oleh KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara, Red) setempat dihitung dua suara. Padahal, seharusnya jika terjadi seperti itu suara dimasukkan untuk caleg saja, sedangkan partainya tidak dihitung. Tapi, semua sudah diselesaikan dengan dilakukan penghitungan ulang,’’ bebernya.

Permasalahan lain, lanjut dia, saksi maupun pengawas TPS (PTPS) tidak mendapat salinan formulir C1 hingga pihak KPPS mendapat protes. ‘’Sebenarnya dari sisi kapasitas SDM semua sudah baik, lebih baik dari periode sebelumnya malahan,’’ sebutnya.

Meski begitu, Toni menilai munculnya sejumlah kendala tersebut merupakan hal wajar. Itu mengingat tidak sedikit petugas yang baru kali ini terlibat proses pemilu. Apalagi, kata dia, mereka harus mengambil keputusan sendiri ketika proses pemungutan suara sudah berjalan. Berbeda dengan ketika masih proses simulasi, mereka didampingi petugas KPU setempat. ‘’Yang jelas, semuanya tidak berdampak signifikan terhadap proses pemilu dan sudah diselesaikan begitu muncul masalah,’’ tegasnya.

Ketua Bawaslu Ngawi Abjudin Widyas Nursanto mengaku pihaknya belum merekap sejumlah permasalahan yang muncul di lapangan. Mulai proses pemungutan suara hingga rekapitulasi perolehan di tingkat desa. ‘’Nanti kami inventarisasi untuk bahan evaluasi ke depan,’’ ujarnya.

Sementara itu, pantauan Radar Ngawi, sampai kemarin petang rekapitulasi perolehan suara di tingkat kecamatan masih berjalan. Proses yang dilakukan sejak pukul 13.00 tersebut mendapat sejumlah pengawalan ketat aparat kepolisian. Bahkan, selain undangan dan yang berkepentingan dilarang masuk area proses rekapitulasi. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here