Sejumlah Camat di Pacitan Dituding Tidak Peduli DBD

73

PACITAN – Pemkab Pacitan ogah terburu-buru meningkatkan status kasus serangan demam berdarah dengue (DBD) masuk kejadian luar biasa (KLB). Padahal, kasusnya cenderung terus naik. ‘’Kita lihat dulu hasilnya, karena petugas kami masih bekerja di lapangan,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (PPP) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Wawan Kasianto kemarin (1/2).

Sejatinya, menurut Wawan, penetapan KLB memberi dampak dalam penanganan DBD. Pasalnya, jika berstatus KLB, setiap titik bakal fokus dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sehingga, potensi bertambahnya penderita dapat ditekan. Namun, konsekuensinya, pemkab harus siap. Pasalnya, saat KLB, anggaran pemberantasan penyakit dan pengobatan bersumber dari daerah. Sebab, kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tak akan berlaku. ‘’Jadi, semua biaya harus ditanggung pemerintah,’’ ujarnya.

Pihaknya bakal meninjau hasil kerja PSN dan fogging hingga sebulan ke depan. Bila tak ada penurunan, pihaknya berancang-ancang konsultasi dengan bupati untuk menaikkan status KLB. Dia menyayangkan beberapa pimpinan kecamatan kurang peduli masalah DBD ini. ‘’Kemarin kami undang camat dan puskemas, tapi beberapa camat tak datang,’’ sesalnya.

Berdasarkan catatannya, hingga akhir Januari lalu, pasien DBD terus meningkat. Total 167 kasus. Sama dengan kasus tahun-tahun sebelumnya, Kecamatan Pacitan (kota) menduduki peringkat tertinggi serangan DBD. Jika dibandingkan pekan sebelumnya, rata-rata dalam sehari sembilan warga masuk rumah sakit lantaran digigit nyamuk Aedes aegypti itu. ‘’Kalau dibanding periode Januari tahun lalu, naik lima kali lipat,’’ ungkapnya.

Untuk tingkat Jawa Timur sendiri, Kabupaten Pacitan menduduki peringkat keenam jumlah kasus DBD. Namun, jika dihitung secara ekuivalen jumlah penduduk dibanding penderita yang terjangkit, dia memprediksi Pacitan masuk urutan kedua. ‘’Karena jika dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain, penduduk Pacitan tergolong sedikit,’’ bebernya.

Dia berharap tindakan PSN sejak beberapa hari terakhir berhasil. Pasalnya, pengasapan rutin telah dilalukan. Namun, lantaran kondisi wilayah kota dengan banyaknya vegetasi dan semak, tak menutup kemungkinan jadi sarang nyamuk. Selain itu, curah hujan beberapa hari terakhir kian mempercepat proses pertumbuhan jentik nyamuk. ‘’Kalau di Pacitan (kota), beberapa lokasi masih banyak tumbuhan seperti tebu dan daun kering. Tempat seperti itu juga bisa jadi sarang nyamuk,’’ sebutnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here