Sejumlah APK Seorang Cakades Jatipuro Jadi Sasaran Perusakan?

42
RUSAK: APK salah seorang cakades Jatipuro rusak diduga akibat ulah oknum tidak bertanggungjawab.

NGAWI – Isu tak sedap mewarnai proses pemilihan kepala desa (pilkades) di Jatipuro, Karangjati. Beberapa hari terakhir berembus kabar adanya dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan salah seorang calon kepala desa (cakades). Mulai pengondisian pemilih hingga perusakan alat peraga kampanye (APK). ‘’Kami belum tahu siapa pelakunya,’’ kata salah seorang warga setempat yang tidak ingin namanya dikorankan, Minggu (23/6).

Menurut dia, belum lama ini ada pihak yang berusaha memengaruhi pemilih untuk mencoblos cakades tertentu. Modusnya menggunakan keanggotaan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mengondisikan pemilih. Warga setempat yang menjadi peserta program PKH diancam akan dikeluarkan dari keanggotaan jika tidak memilih kandidat yang diinginkan pihak tersebut. ‘’Itu (pengondisian, Red) benar-benar ada. Saksinya juga banyak,’’ ungkapnya.

Selain isu pengondisian pemilih, dia menyebut ada oknum yang sengaja melakukan perusakan APK milik cakades nomor urut 2. ‘’Tahunya baru tadi pagi (kemarin pagi, Red). Setelah kami cek, dari lima APK berukuran 2×3 meter yang kami pasang, hampir semuanya sudah rusak,’’ sebutnya.

Dia meyakini kondisi APK yang rusak tersebut bukan karena faktor angin atau lainnya. Sebab, dari empat titik APK yang sudah dicek, yang rusak hanya baliho milik cakades nomor urut 2. ‘’Kalau memang rusak akibat angin, APK cakades lainnya juga pasti rusak,’’ imbuhnya.

Pantauan Radar Ngawi di lapangan kemarin, memang ada beberapa APK berupa banner milik Suroto, cakades nomor urut 2, yang rusak. Bentuk kerusakannya rata-rata robek sekitar satu meter di bagian tengah. Sedangkan APK lain yang dipasang di sebelahnya terlihat kondisinya masih baik. ‘’Kami sudah tahu (APK rusak). Tapi biarkan saja, nanti akan kami benahi sendiri,’’ kata Suroto.

Meski merasa menjadi korban, pihaknya juga tidak akan membawa masalah itu ke panitia pilkades setempat. Alasannya, Selain masa kampanye yang hanya tersisa dua hari, mantan perangkat desa setempat itu tidak ingin Pilkades Jatipuro bergejolak. ‘’Jangan sampai ada keributan,’’ ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Jatipuro Andika Budiaji mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya perusakan APK maupun dugaan pengondisian pemilih.

Meski begitu, Andika menegaskan bahwa tindakan merusak APK dengan sengaja dapat berujung ke ranah pidana. Pun, pihak yang merasa dirugikan aksi tidak terpuji itu bisa melaporkannya ke panitia dengan disertai bukti kuat. ‘’Tapi, sampai saat ini belum ada laporan,’’ ujarnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here