Sejam Diterjang Banjir, Jembatan Klumutan Hilang

97

MADIUN – Banjir yang menerjang Klumutan, Saradan menghanyutkan satu jembatan. Akibatnya, seluruh badan jembatan terbawa air sungai yang mengalir deras. Jembatan yang menghubungkan antar dusun itu amblas setelah satu jam diterjang derasnya arus sungai. Menyisakan tiang penyangga di dekat jalan menuju jembatan. ‘’Hanyut terbawa banjir,’’ ungkap Painem, warga RT 9, RW 1 desa setempat.

Ibu dua anak itu mengungkapkan kalau jembatan itu baru selesai dibangun setahun lalu. Menjadi satu–satunya akses warga untuk menjangkau sekolah, pasar dan sawah. Hanya jembatan itu yang membuat akses warga semakin dekat. Blok padasan dan Brang Lor dihubungkan oleh jembatan tersebut. ‘’Sekarang, harus turun dan menyeberangi sungai,’’ tuturnya.

Sejatinya, jembatan itu hanya berupa rangkaian besi dan kayu biasa. Belum dicor semen karena dibangun darurat untuk mempermudah akses warga menjangkau dusun sebelah. ‘’Baru enak setahun saja sudah hilang lagi jembatannya,’’ ratapnya.

Sebelum ada jembatan, warga kerap memutar lewat jalan yang jaraknya hampir dua kilometeran. Atau, jalan kaki menyebrangi sungai. Aliran sungai memang tak terlalu deras dan sudah ada bebatuan yang kerap digunakan warga untuk lewat. Cara manual itu tentu tak bisa ditempuh di masa darurat banjir ini. ‘’Akhirnya terpaksa berputar,’’ tegasnya.

Hari ini, anak Painem yang masih TK bakal masuk sekolah. Dia berencana menyeberangi sungai seperti saat sebelum terfasilitasi jembatan. Painem mengaku terbiasa melakukannya. Itu rute terpendek ketimbang berputar arah. ‘’Lebih baik nyebrang sungai saja,’’ katanya.

Kades Klumutan Agus Rokamanto menyadari kalau jembatan itu menjadi akses penting warganya. Karena itu pula, pihaknya membangun jembatan meski sifatnya darurat. Namun, kali ini dia masih perlu mencarikan solusi. ‘’Perlu kami diskusikan dengan pihak– pihak terkait,’’ ungkapya.

Di Klumutan, imbuh Agus, tak hanya satu jembatan yang terdampak banjir. Ada satu lagi jembatan yang konstruksinya kini bengkok karena terjangan banjir. Namun, tak separah jembatan yang tinggal tiang penyangga itu. Diklaimnya, masih bisa dilewati meski konstruksinya tak lurus lagi. ‘’Tak separah jembatan di dekat RT 9 RW 1 itu.’’ (mg4/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here