Sejak Pulang Jadi TKI di Malaysia, Kejiwaan Penusuk Tetangga Terganggu

977
LUKA SERIUS: Nanang Mulyono menjadi korban penganiayaan yang dilakukan tetangganya sendiri.

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Aksi kalap Nur Hidayat menusukkan pisau ke tubuh Nanang Mulyono Minggu kemarin (18/8) disebut-sebut karena kesalahpahaman. Pemuda 26 tahun itu mengira matanya bakal dicolok alat pancing. Padahal, tetangga sekaligus saudaranya itu pamitan ingin pergi memancing. ’’Rumah keduanya kan tinggal bersebelahan,’’ kata Subaki, salah seorang tetangga, Senin (19/8).

Sesaat sebelum kejadian, Nanang hendak mengendarai motornya yang diparkir di seberang rumah Jalan Dieng, Desa/Kecamatan Mejayan, itu. Tiba-tiba bapak satu anak tersebut menerobos jaring pagar tanaman sebelah utaranya berdiri. Upayanya gagal dan terjatuh. Di saat bersamaan Nur datang menghampiri dan langsung menindas tubuhnya. ’’Saya kaget lihat keduanya kruntelan. Terdengar teriakan minta tolong dan Allahu Akbar,’’ papar Subaki yang kala itu menjemur pakaian di teras.

Subaki yang rumahnya tepat di sebelah timur Nur berusaha melerai. Tadinya menganggap sekadar baku hantam menggunakan tangan kosong. Dia baru menyadari Nur menganiaya Nanang menggunakan pisau kala tubuhnya didekap dan ditarik. Refleks tangan kanan yang memegang benda tajam itu dicengkeram erat-erat. Nur berontak minta dilepaskan. ’’Mata saya mau dicolok, Pak Baki (sapaan Subaki, Red),’’ ucap Subaki menirukan ucapan Nur kala itu.

Dia menyebut, tangan Nur menggenggam pisau sangat erat. Butuh bantuan dua orang –satu di antaranya bapak Nur– untuk melepasnya. Benda itu baru bisa lepas setelah pergelangan tangannya dipukul berulang kali. Pemuda pengangguran itu lantas diamankan ke dalam rumah. Sedangkan Nanang yang bersimbah darah dilarikan ke IGD RSUD Caruban. ’’Sempat ditanya pemicu, Mas Nanang hanya memberi tahu Mas Nur kalau mau mancing,’’ ujarnya.

Subaki menyebut, selama ini tidak pernah ada cekcok antara Nur dengan Nanang. Keduanya hidup rukun. Mengingat rumahnya gandeng satu bangunan dan terhitung bersaudara. Sedangkan sifat dan kebiasaan, Nanang tergolong pendiam. ’’Nur juga jarang keluar rumah. Hanya duduk di teras, kalau tidak dipanggil tetangga nggak mau berkumpul,’’ bebernya.

Menurut Subaki, kondisi kejiwaan Nur terganggu setelah pulang dari Malaysia dua tahun lalu menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Itu ditandai ucapan yang disampaikan. Misalnya, selalu mengaku ada seseorang yang ingin membunuh ketika ditanya alasan tidak keluar rumah. Juga seringkali tidak nyambung ketika diajak ngobrol. Orang tuanya beberapa kali membawanya berobat ke dokter dan orang pintar. ‘’Tapi tidak sampai mengganggu tetangga,’’ tuturnya.

Jayanah, warga lainnya, menyebut hubungan Nur dengan tetangga cukup baik. Pemuda yang bekerja empat tahun di negeri jiran itu sering ngopi di warungnya. Bahkan, kadangkala dia dijadikan jujukan cerita kesehariannya. ’’Saya sering diajak ngobrol. Beberapa kali saya nasihati agar rajin keluar rumah biar pikiran tidak buntu,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Mejayan Kompol Pujiyono belum bisa dimintai keterangan ihwal penyelidikan kasus penganiyaan itu. Dia tidak ada di tempat ketika kantornya didatangi kemarin pagi. Pesan WhatsApp yang dikirimkan pun tak berbalas. (cor/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here