Madiun

Sehari Tambah 7 Kasus Baru di Kota Madiun

Balita, Dokter, Guru Terkonfirmasi Positif Korona

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rekor terbanyak penambahan kasus baru meledak. Dalam sehari Rabu (5/8), tercatat ada penambahan tujuh kasus baru. Yakni kasus nomor 29 hingga 35. Tiga pasien di antaranya masing-masing berprofesi sebagai dokter IGD RSUD Kota Madiun, guru SMPN 11 Kota Madiun, serta bayi berusia dua tahun.

Seluruh kasus merupakan hasil tracing (pelacakan) dari pasien sebelumnya. Pasien nomor 29 berinisial NA, perempuan usia 56 tahun asal Kelurahan Mojorejo, Taman. Yang bersangkutan kontak erat dengan pasien positif di Kabupaten Madiun. Dia terkonfirmasi kasus asimtomatik atau tanpa gejala. Saat ini pasien terkait menjalani isolasi di RSI Madiun. ‘’Sempat menjenguk pasien Kabupaten Madiun sebelum dinyatakan positif,’’ kata Kabid Pengelolaan TIK Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah.

Adapun pasien nomor 30 berinisial TDS merupakan laki-laki 27 tahun asal Kelurahan Manisrejo, Taman. Yang bersangkutan terkonfirmasi positif setelah terdeteksi kontak erat dengan pasien nomor 26 asal Kelurahan Pilangbango, Kartoharjo, yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 24 Juli lalu. Pasien ini berprofesi sebagai dokter IGD RSUD Kota Madiun dan sempat merawat pasien nomor 26 sebelum dinyatakan konfirmasi. ‘’Saat ini isolasi mandiri di rumah dengan menerapkan protokol kesehatan,’’ lanjut Aflah.

Sementara pasien nomor 31 berinisial SNS merupakan bayi laki-laki 2 tahun asal Kelurahan Banjarejo, Taman. Bayi itu merupakan cucu dari pasien nomor 25, pedagang Pasar Sambirejo yang terkonfirmasi pada 23 Juli lalu. Yang bersangkutan menjalani swab test bersama sembilan orang yang kontak dengan pasien nomor 25. ‘’Yang bersangkutan juga menjalani isolasi mandiri,’’ ujarnya.

Selanjutnya, pasien nomor 32 berinisial MK perempuan 75 tahun asal Kelurahan Pangongangan, Manguharjo. Pasien sempat mengeluh batuk sesaat setelah kontak erat dengan pasien nomor 27 yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 29 Juli lalu. ‘’Saat ini isolasi di rumah,’’ urainya.

Adapun pasien nomor 33-35 merupakan satu keluarga asal Kelurahan Manisrejo, Taman. Pasien 33 berinisial DP, laki-laki 30 tahun, merupakan anak dari pasien 34 dan 35. Ayahnya berinisial WP 60 tahun merupakan pasien nomor 34. Sedangkan ibunya pasien nomor 35 berinisial AN 59 tahun merupakan guru di SMPN 11 Kota Madiun. Satu anak lain yang dinyatakan negatif setelah menjalani swab test, kini tidak tinggal di rumahnya. Sebab rumah digunakan untuk isolasi mandiri ketiga pasien. ‘’Ini satu keluarga,’’ sebut Aflah.

Hingga kemarin tercatat total menjadi 35 kasus. Sebanyak 18 pasien di antaranya sembuh. Tujuh pasien isolasi di rumah sakit, sembilan pasien isolasi mandiri di rumah, dan satu pasien meninggal dunia.

Dindik Pastikan Pembelajaran SMPN 11 Tetap Berjalan

KEPALA Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana memastikan pembelajaran di SMPN 11 Kota Madiun tetap berjalan. Sebanyak 38 guru dan tujuh tenaga tata usaha (TU) yang kontak erat dengan pasien nomor 35 diwajibkan menjalankan prosedur karantina mandiri. ‘’Kami pastikan pembelajaran tetap berjalan normal meskipun guru menjalani isolasi mandiri,’’ kata Heri.

Atas temuan satu guru yang terpapar korona, seluruh guru dan tenaga pendidikan di sekolah tersebut menjalani rapid test antibody Rabu (5/8). Pihak sekolah juga telah melakukan sterilisasi secara berkala dengan penyemprotan disinfektan di seluruh area. ‘’Protokol kesehatan dijalankan. Guru diisolasi dan rapid test, sekolah disterilkan,’’ tegasnya.

Heri mengimbau seluruh guru dan tenaga pendidik di Kota Madiun agar tidak bepergian ke luar kota. Terutama daerah yang masuk dalam kategori zona merah. Dia juga meminta guru meningkatkan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan. Serta meningkatkan imun tubuh. ‘’Sesuai saran wali kota, tidak usah bepergian terlebih dahulu,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close