Segini Duit untuk Bikin Master Plan Pengembangan Telaga Wahyu

328

MAGETAN – Kawasan wisata Telaga Wahyu kini menjadi anak emas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan. Lain halnya dengan pengembangan kawasan wisata telaga Sarangan yang belum memiliki master plan. Untuk mengembangkan wisata Telaga Wahyu, disparbud sudah menggandeng PT Kencana Lestari, pihak ketiga. ’’Kami ingin pihak profesional yang merancang seperti apa Telaga Wahyu kedepan,’’ terang Kabid Kabid Pengelolaan Pariwisata Disparbud Magetan Hadi Sumarno.

Tak tanggung-tanggung, disparbud merogoh kocek sebesar Rp 323,78 juta untuk pembuatan master plan. Perusahaan asal Surabaya itu berhasil memenangkan pelelangan yang diikuti 26 peserta. Akhir tahun ini, master plan tersebut diharapkan sudah ready. Sehingga tahun 2019, pengembangan kawasan Telaga Wahyu bisa segera dilaksanakan. ’’Pengembangannya bertahun – tahun, tidak bisa hanya setahun langsung selesai,’’ ungkapnya.

Master plan itu, menurut Hadi juga memiliki masa berlaku. Paling tidak dalam jangka waktu lima tahun harus direvisi. Sebab, sudah pasti banyak terjadi perubahan di kawasan wisata tersebut. Tren wisata yang digandrungi para warga juga pastinya mulai bergeser. Sehingga, disparbud harus sejeli mungkin menangkap peluang tersebut. ’’Lima tahun harus sudah direvisi, tapi kalau masih dipandang baik dan masih relevan, tidak (direvisi, red) juga tidak apa-apa. Fleksibel,’’ ujarnya.

Lantas, seperti apakah gambarannya? Hadi masih belum mengetahuinya. Sebab, dia hanya memberikan data terkait Telaga Wahyu kepada perusahaan jasa tersebut. Serta masukan – masukan agar menjadi bahan pertimbangan PT Kencana Lestari dalam membuat perencanaan. ’’Tentunya kami ingin Telaga Wahyu itu menjadi destinasi wisata yang layak jual. Tidak kalah dengan objek wisata di daerah lain,’’ katanya.

Meski membuat perencanaan khusus, namun pengembangan kawasan wisata tersebut bakalan sejalan dengan rencana induk pengembangan kepariwisataan daerah (riparda) Magetan. Goal-nya tetap untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kunjungan wisata. Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwiata pun ikut terdongkrak. Mengingat, sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar bagi kas daerah (kasda) Kabupaten Magetan. ’’Jika ingin PAD meningkat, memang harus dikembangkan terus,’’ terangnya.

Hadi tidak menampik jika tingkat kunjungan wisatawan ke Telaga Wahyu masih kalah jauh dari Sarangan. Namun, hal itu tidak membuat Hadi untuk melupakan pengembangan. Duit yang sudah digelontorkan untuk pengembangan tahun ini saja tidak sebanding dengan PAD yang disetor telaga Wahyu. Dari dana alokasi khusus (DAK) pemerintah pusat saja sudah Rp 2,2 miliar yang dikucurkan. Belum lagi ditambah dengan APBD Magetan. ‘’Kebutuhan wisata tidak bisa dipandang secara terpisah, harus keseluruhan. Karena keberadaan satu wisata akan mempengaruhi wisata lainnya,’’ katanya.

Hadi optimistis jika pengembangan kawasan wisata telaga wahyu itu sukses. Destinasi wisata lainnya di sekitar telaga tersebut juga akan terkerek. Sebab, yang namanya kawasan wisata pastilah dibangun secara terpadu dan menyeluruh. ’’Pembangunan kawasan wisata itu bersifat multiplier effect, jika satunya sukses, wisata lainnya juga demikian,’’ pungkasnya. (bel/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here