Sebulan Proyek Puskesmas Punung Senilai Rp 3,1 M Ambrol

104

PACITAN –  Plafon kamar mandi Puskesmas Punung ambrol. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 Sabtu (2/3). Beruntung tidak ada korban. Pasalnya, saat kejadian pelayanan belum buka. Ironisnya, bangunan puskesmas yang menelan anggaran Rp 3,1 miliar itu belum genap dua bulan selesai. ‘’Mulai digunakan sekitar sebulan,’’ kata Kepala Puskesmas Punung Imam Sujono kemarin (4/3).

Dia menduga ambrolnya plafon kamar mandi itu lantaran pekerjaan asal-asalan. Buktinya kamar mandi di lantai atas bocor akibat sambungan keramik yang tidak sempurna. Rembesan air membuat plafon kamar mandi di bawahnya ambrol. ‘’Jelas kurang rapi. Buktinya air merembes,’’ keluhnya.

Saat ini, Puskesmas Punung masih dalam masa pemeliharaan. Sehingga, Imam langsung melaporkan ke dinas kesehatan (dinkes) setempat. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan kedatangan pekerja yang langsung memperbaiki kemarin (4/3). Hanya, belum rampung seratus persen. ‘’Hari ini cuma dinat (pelapisan sambungan keramik, Red) kamar mandi atas,’’ ujarnya.

Sedangkan penggantian plafon yang jebol belum dilakukan. Pamasangan menunggu sekitar tiga hari lagi. Sembari menunggu masih ada rembesan dari kamar mandi atas atau tidak. Bila masih ada rembesan, bakal dibongkar dan diperbaiki. Otomatis, kamar mandi belum bisa difungsikan. ‘’Untung masih dalam masa pemeliharaan,’’ ucapnya.

Atas kejadian tersebut, Imam minta pekerjaan proyek pembangunan pemerintah dilakukan serius. Terlebih gedung pelayanan publik. Dia khawatir kejadian tersebut menimpa ruang lain. Khususnya ruang rawat inap. ‘’Saya kira cuma di kamar mandi,’’ tuturnya.

Dia menyebut pembangunan Puskesmas Punung masih terdapat kekurangan. Hingga kini masih dilakukan pengecatan. Menurut dia, pengecatan diberi waktu hingga masa pemeliharaan.  ‘’Kurang lebih enam bulan,’’ ungkapnya.

Diketahui, pembangunan Puskesmas Punung tidak selesai tepat waktu. Pemkab Pacitan berbaik hati dengan tidak langsung memutus kontrak atau mem-blacklist rekanan. Meski melampaui masa kontrak 135 hari, masih diberi tambahan waktu sepuluh hari untuk menyelesaikannya.

Namun, rekanan PT Noor Lina Indah selaku pelaksana proyek pembangunan Puskesmas Punung tetap didenda sepersepuluh nilai kontrak setiap harinya. Itu berdasar Perpres 16/2018, peraturan anyar tentang pengadaan barang dan jasa yang diperbolehkan melampaui tahun. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here