Sebulan di Pacitan Terjadi 70 Kali Bencana

61

PACITAN – Anomali cuaca beberapa pekan terakhir membuat wilayah Pacitan kembali dilanda bencana. Tak hanya longsor yang kerap terjadi, banjir dan angin kencang juga ikut silih berganti menerjang. Terbaru, hujan deras Rabu lalu (30/1) yang membuat sebagian wilayah Kecamatan Ngadirojo dan Arjosari banjir. Pun di Kecamatan Nawangan, satu rumah rusak berat diterjang tanah longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat awal 2019 ini setidaknya 70 kali bencana melanda wilayah Kota 1001 Gua. Kejadian terus bertambah saban pekan. Mayoritas angin kencang menimbulkan pepohonan tumbang dan merusak rumah. ‘’Dari total bencana, 63 kali angin kencang. Mayoritas merusak rumah dan menumbangkan pepohonan,’’ kata Kasi Pencegahaan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita Agustinawati kemarin (2/2).

Dia menambahkan, sepanjang Januari lalu, angin kencang sering menerjang. Penyebabnya perbedaan tekanan masa udara di Samudra Indonesia selatan Pulau Jawa yang ekstrem. Dampaknya, kerusakan beberapa fasilitas umum dan rumah warga. Kecamatan Pacitan (kota) paling sering dengan 31 kasus angin kencang. Disusul Ngadirojo 16 kejadian. ‘’Di Kecamatan Pacitan hampir merata di beberapa desa,’’ paparnya.

Sementara bencana longsor ada lima kejadian yang dilaporkan. Namun, beberapa rumah rusak parah akibat gunturan material longsoran. Salah satunya rumah Satam di Dusun Semen, Gondang, Nawangan, Rabu lalu (30/1). Empat kejadian lainnya melanda kecamatan berbeda. Yakni, Arjosari, Tegalombo, serta dua kejadian di Sudimoro. ‘’Beberapa memang masih terjadi gunturan kecil, tapi tak membahayakan. Sehingga tak masuk laporan,’’ sebutnya.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, pihaknya telah menebar beberapa pasukan desa siaga bencana di beberapa wilayah. Meski sederhana, namun efektif lantaran warga setempat paham dengan apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Mitigasi dan sosialisasi bencana pun digencarkan guna meminimalkan kerugian yang ditimbulkan. ‘’Kami harapkan warga tetap waspada. Karena musim penghujan belum berakhir,’’ imbaunya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here