Sebelumnya Spesialis Nomor 4, Usul Race di Rute Cemoro Sewu 

75

Ritme kayuh menjadi kunci keberhasilan Agus Haryanto menaklukkan tanjakan Srambang. Anti-kemrungsung dalam memutar pedal mengantarkannya menyabet predikat King of Mountain (KOM) road bike kelas lokal up 40.

GEMERICIK air di kawasan Srambang Park siang itu ibarat berhenti sesaat di telinga Agus Haryanto. Itu lantaran namanya disebut lantang oleh pembawa acara untuk penyerahan medali juara Srambang KOM Challenge 2018.  Agus menyabet predikat King of Mountain (KOM) kategori road bike lokal up 40.

Langkah kaki yang sarat rasa ketidaksangkaan membawanya menuju podium tertinggi. Sebuah medali emas lantas mengalung di lehernya. Sesekali dia menggigit medali tersebut untuk diabadikan dalam sebuah jepretan kamera. ’’Biasanya juara IV saya, tapi ini beda,’’ katanya semringah.

Agus bungah bukan kepalang bisa menjadi yang tercepat di kelas road bike lokal up 40. Raihan tersebut menjadi hal baru baginya di dunia kompetisi sepeda balap. Pria 41 tahun ini sempat terenyak sejenak saat dipanggil sebagai juara pertama.

Dia tidak menyangka lejitan Ritchey CRMO kelir biru miliknya mencatatkan waktu tercepat. Rute 8 kilometer penuh tanjakan dilibasnya dalam kurun waktu 29 menit 19 detik. ‘’Rutin ikut event Jawa Pos Radar Madiun. Selain itu, tertarik dengan lombanya. Karena ada kategori lokal juga,’’ ujar Agus.

Tak ada persiapan khusus yang dilakoni warga Jalan Agus Salim, Manguharjo, Kota Madiun, ini menjelang start race 13 Oktober lalu. Dia cukup gowes jarak pendek. Kira-kira 30 kilometer rute pulang-pergi. Porsi ini disebutnya sebagai latihan rutin dua sampai tiga kali saban pekan. Itu pun dilakoninya lantaran hobi. Alhasil, kekuatan kedua kakinya bertambah dengan sendirinya. ’’Dari hobi ini, saya jadi paham batas kemampuan saya,’’ tuturnya.

Rutinitas bersepeda di sela berwirausaha  itu membuat Agus tahu persis ketahanan fisiknya. Hal inilah yang menjadi kunci keberhasilan Agus menyabet gelar KOM kategori road bike lokal up 40. Ayah dua anak ini menjaga betul kestabilan pancalan kaki memutar pedal sepeda balapnya. Dia tidak mau kemrungsung menambah kecepatan ketika cyclist lain mendahului. Saat mengenakan kostum balap berkelir oranye dengan total rute tak kurang dari 52,9 kilometer itu, Agus tak mau terbawa ambisi. ’’Kalau kemrungsung bisa jebol, kecepatan turun drastis. Bisa-bisa jadi keram,’’ paparnya.

Tanjakan demi tanjakan dilalui Agus dengan menjaga kestabilan kecepatan. Cyclist yang tergabung dalam Ratjoen Cycling Club (RCC) Malang ini pun akhirnya menuai hasil dengan caranya sendiri. Bermodal mengikuti dua event serupa gelaran Jawa Pos Radar Madiun sebelumnya, tahun ini dia berhasil berbuat banyak. Pengalaman ambil bagian di beberapa kompetisi luar daerah kiranya turut memberikan sumbangsih bagi Agus. ’’Sebenarnya saya dulu main badminton. Kenal sepeda ya karena teman-teman di badminton itu,’’ terang Agus.

Suami Maria Ellisabet ini empat tahun silam lebih suka menjumput ujung shuttlecock lalu melakukan servis ketimbang mengenakan helm menyerupai rumah siput dan berkostum ekstraketat. Sepeda jenis MTB lebih dulu ditungganginya. Dia acapkali berseliweran bersama kumpulannya di daerah Dungus, Kabupaten Madiun. Makin lama Agus makin keranjingan bersepeda. Beberapa tahun terakhir, rasa penasaran mengantarnya untuk menjajal duduk di sadel road bike. ’’Sampai ikut event-event ke luar daerah, open. Seringnya dapat juara IV, di Srambang kemarin kalau tidak ada kelas lokal, saya juga begitu. Spesialis nomor empat mungkin,’’ ucapnya terkekeh.

Gelaran Srambang KOM Challenge 2018 ini disebutnya memiliki keistimewaan tersendiri. Alasannya, tidak sedikit cyclist yang merasa tertantang lantaran dihadapkan dengan rute baru. Agus yang tak mau ketinggalan event-event seperti ini memiliki satu klangenan. Adalah bertarung balap dengan cyclist lain dengan rute Sarangan atau Cemoro Sewu. ’’Sangat masuk kalau di sana. Tanjakan menantang, jalan mulus, udara yang dingin tidak membuat cyclist cepat capek, dan pemandangannya juga bagus,’’ katanya. (deni kurniawan/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here