Ngawi

Sebelum Meninggal, Didi Kempot Sempat Bahas Gelar Konser Digital Kangen Jatim di Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kabar meninggalnya Didi Kempot membuat kaget masyarakat. Pasalnya selama ini pelantun lagu Sewu Kuto itu diketahui sehat dan tidak memiliki keluhan apapun. ”Senin malam sekitar pukul 10, saya masih kontak dengan almarhum,” kata Bupati Ngawi Budi “Kanang” Sulistyono saat dihubungi Radar Ngawi, Selasa (5/5).

Kanang mengaku sangat kaget saat mendengar kabar pemilik nama Dionisius Prasetyo sekaligus sahabat karibnya tersebut telah pergi untuk selamanya. ”Mas Didi merupakan aset besar bagi Ngawi. Tentu kami dan semua masyarakat Ngawi sangat berduka dan merasa kehilangan,” ungkapnya.

Selama ini sosok Didi Kempot memang dikenal memiliki totalitas luar biasa untuk Bumi Orek-orek. Banyak hal yang sudah dilakukan pria yang menutup usianya di usia 53 tahun tersebut. Terutama melalui karya-karyanya yang membuat nama Ngawi semakin dikenal publik. ”Belum lama ini, almarhum juga memiliki rencana atau obsesi besar untuk menggelar konser digital Kangen Jawa Timur di Ngawi,” sebutnya.

Konser itu sebagai bentuk kampanye pencegahan penyebaran Covid-19 dengan mengajak masyarakat untuk tidak mudik. ”Masih sehat banget (waktu komunikasi via telepon), tidak ada keluhan sama sekali,” ujarnya.

Sementara itu, informasi dari pihak keluarga, jenazah almarhum Didi Kempot dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Majasem, Kendal. Kabar itu disampaikan oleh paman almarhum, Syukur, saat ditemui di rumah duka. Menurut Syukur cikal bakal Didi Kempot itu di Desa Majasem, bukan di Desa Jenggrik, Kedunggalar. ”Kalau di sana (Desa Jenggrik) itu kan rumah orang tuanya. Jadi nanti (jenazah) dibawa ke sini untuk dimakamkan,” terangnya. (tif/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close