Sebatas Wacana, Relokasi PKL dari Selatan Masjid Quba

164

MEJAYAN – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) di selatan Masjid Quba, Caruban, masih sebatas wacana. Hingga kini, dinas perdagangan koperasi dan usaha mikro (disperdakop-UM) setempat belum mendapat instruksi dari Bupati Ahmad Dawami. ‘’Harus ada rekom dan arahan bupati,’’ kata Kabid Perdagangan Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi kemarin (14/1).

Sejatinya, disperdakop-UM sudah merencanakan relokasi PKL tahun ini. Namun, tidak serta merta sebelum ada arahan dari bupati. Meski para PKL sudah diajak studi banding ke Taman Pancasila, Karanganyar, Jawa Tengah,  akhir 2018 lalu. ‘’Paguyuban PKL alun-alun Caruban itu juga kami beri arahan mengenai pentingnya ketertiban,’’ ujarnya.

Rencananya, para PKL akan dikembalikan ke kawasan alun-alun. Dengan catatan, jatah buka lapaknya tak seharian penuh. Seperti PKL di alun-alun Kota Madiun, mereka akan dibatasi jam berjualannya. Yakni, mulai pukul 15.00 sampai pukul 24.00. Sehingga, kawasan alun-alun Caruban akan tetap tertata rapi meski masih bisa untuk buka lapak para PKL. ‘’Tujuannya seperti itu,’’ tuturnya.

Awalnya, para PKL berjubel di pinggir alun-alun. Lantaran dianggap melanggar perda tentang ketertiban umum, mereka dipusatkan di selatan Masjid Quba. Sejak itu, polemik acap muncul. Termasuk soal menyusutnya jumlah pelanggan. ‘’Ada 101 PKL di bawah paguyuban yang kami sentrakan di sana,’’ sebutnya.

Agus mengungkapkan, banyak pedagang yang mengeluh sepi pada awal-awal sentralisasi. Selain itu, lahan di sebelah masjid itu tak bisa digunakan. Lelangnya seret. Sehingga, area masjid belum bisa diperluas. Lahan tersebut sebenarnya area parkir masjid. Jika mereka tidak segera dipindah justru membuat kawasan itu semakin semrawut. ‘’Jadi, opsinya tinggal itu, mengembalikan mereka ke pinggir alun-alun,’’ jelasnya.

Para pedagang pun ingin segera dipindahkan. Alasannya, peluang bisnis mereka lebih seksi di alun-alun Caruban. Sebab, setelah disentralisasi, ada beberapa lapak yang jarang dikunjungi pembeli lantaran tempatnya tidak strategis. Padahal, mereka sama-sama cari sesuap nasi. ‘’Semoga segera ada tindak lanjut,’’ ucap Sulastri, salah seorang PKL. (mg4/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here