Sebar Selebaran soal THR Puskesmas

195

PARON – Puskesmas Paron, Ngawi, meradang. Gara-garanya, muncul selebaran yang mengatasnamakan karyawannya sendiri. Selebaran menyerupai surat resmi tertanggal 26 Juni 2018 itu berisi dugaan kecurangan pembagian tunjangan hari raya (THR) bagi karyawan puskesmas.

Kebakaran jenggot, rapat klarifikasi digelar kepala puskesmas setelah selebaran beredar di khalayak. ‘’Ada miskomunikasi antarkaryawan,’’ kata Kepala Puskesmas (Kapus) Paron dr Liem Hong Bing, Senin (2/7).

Liem membenarkan adanya selebaran berwujud surat terbuka dengan tembusan mulai kapus Paron sendiri sampai bupati Ngawi. Selebaran tersebut tanpa nama terang. Sekitar pukul 09.00 kemarin, salah seorang karyawan puskesmas mendapati beberapa selebaran yang disebar tepat di jalan depan puskesmas.

Liem mengaku terkejut dan begitu menyayangkannya. ‘’Kalau memang ada yang dikeluhkan di lingkup internal puskesmas, bukan seperti ini caranya,’’ sesal Liem.

Dia menjelaskan, tulisan dalam selebaran yang menyebutkan bahwa ada curang dalam pembagian THR itu tidak benar adanya.

Menurutnya, terjadi miskomunikasi bagi sejumlah karyawan di Puskesmas Paron. Yakni, adanya kesalahpahaman mengenai pengertian THR. Dia mengungkapkan bahwa yang dimaksud THR dalam selebaran tersebut merupakan insentif atau reward bagi karyawan yang memiliki beban kerja lebih ketimbang lainnya.

‘’Siapa yang menyebar itu tidak penting lagi sekarang. Ini sebagai evaluasi supaya tidak terjadi miskomunikasi lagai,’’ ungkapnya.

Liem amat menyayangkan kondisi yang kiranya mencoreng muka Puskesmas Paron tersebut. Dalam selebaran juga memerinci adanya potongan THR untuk membayar gaji kelompok kerja akreditasi tahun ini.

Lantaran hal tersebut, rapat dadakan seketika digelar pihak puskesmas kemarin siang sekitar pukul 14.00. ‘’Kami gelar klarifikasi. Miskomunikasi seperti itu mestinya harus diselesaikan secara internal. Bisa langsung ke saya atau karyawan yang lebih senior,’’ jelasnya.

Liem tidak mau ambil spekulasi siapa oknum di balik penyebaran selebaran berisi tohokan tersebut. Dia tidak mau ambil pusing apakah dalangnya karyawan puskesmas sendiri atau dari pihak lain.

Diketahui, saat ini terdapat 85 karyawan di Puskesmas Paron. Perinciannya, sebanyak 40 PNS dan 45 karyawan latker. ‘’SK Puskesmas juga sudah turun per 1 Juni lalu untuk 45 karyawan latker itu yang nantinya akan naik status menjadi karyawan kontrak,’’ pungkasnya. (mg8/c1/rif)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here