Sebagai Kandidat Cabup dari PDIP, Ony-Antok Bersaing Dapatkan Rekom DPP

63
SAMA-SAMA BACABUP: Antok dan Ony saat mengembalikan formulir pendaftaran bacabup kepada panitia di Kantor DPC PDIP Ngawi, Sabtu lalu (14/9).

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Proses penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di internal DPC PDI Perjuangan (PDIP) Ngawi telah tuntas Sabtu lalu (14/9). Dua nama ditetapkan panitia sebagai kandidat calon bupati (cabup) dari partai tersebut. Yakni, Ony Anwar Harsono yang saat ini menjabat wakil bupati dan Dwi Rianto Jatmiko yang belum lama ini mendapatkan rekomendasi dari DPP sebagai ketua DPRD periode 2019-2024.

Namun, untuk menentukan siapa yang bakal dipilih sebagai cabup masih harus melalui sejumlah tahapan. Salah satunya fit and proper test yang bakal digelar 17-18 September. ‘’Akan diuji bagaimana kesiapan Mas Ony dan Mas Antok (sapaan Dwi Rianto Jatmiko, Red),’’ kata Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur Budi ’’Kanang’’ Sulistyono Minggu (15/9).

Kanang memastikan kelak hanya satu nama yang bakal diusung sebagai cabup. Pun, hal itu bergantung dari hasil proses penjaringan yang berujung rekomendasi dari DPP. ‘’Kemungkinan awal tahun depan (rekomendasi) baru bisa diketahui,’’ ujarnya.

Menurut dia, saat ini masih terlalu dini untuk membicarakan siapa cabup Ngawi dari PDIP. Sebab, proses penjaringan di tingkat DPC itu baru tahapan paling awal. Selanjutnya, ada tahapan serupa di tingkat DPD dan DPP. Karena itu, tidak menutup kemungkinan ada kandidat lain yang ikut melamar melalui DPD maupun DPP. ‘’Ada satu lagi, yaitu penugasan dari partai,’’ sebut Kanang.

Mekanisme penugasan, kata dia, bersifat mutlak karena merupakan hak prerogratif ketua umum partai. Pun, tidak perlu lagi tahapan-tahapan seperti dalam proses penjaringan. Jika ada kader yang ditunjuk menjadi kandidat cabup, nama-nama yang ikut penjaringan otomatis gugur. ‘’Apakah nanti pakai sistem penjaringan atau model penugasan tergantung DPP. Yang penting saat ini kami beri kesempatan dulu untuk Mas Ony dan Mas Antok,’’ paparnya.

Jika semua mendaftar sebagai bacabup, bagaimana dengan bacawabupnya? Lantaran hingga penjaringan ditutup tidak ada yang mendaftar sebagai bacawabup, kata Kanang, kelak dimintakan pertimbangan DPP untuk menentukan figur yang layak mendampingi Ony atau Antok. ‘’Apakah nanti ada nama baru atau keduanya dijadikan satu pasangan, semua bergantung DPP,’’ tegasnya.

Antok menjelaskan bahwa proses penjaringan bacabup dan bacawabup di internal partainya itu dilaksanakan 5-14 September lalu. Hasilnya, ada dua yang mendaftar sebagai bacabup, yakni dirinya sendiri dan Ony. ‘’Kalau dikatakan tiba-tiba (mendaftar bacabup) memang iya, tapi karena ada alasan yang mengharuskan saya melakukan itu,’’ ungkap Antok.

Dia menuturkan, selama proses penjaringan lalu hanya Ony yang mendaftar. Sedangkan dalam salah satu peraturan partainya terdapat klausul yang menyebutkan bahwa setiap DPC wajib mengirim dua nama bacabup dari hasil penjaringan itu.

Antok mengaku telah mengonsultasikan masalah itu ke DPD PDIP Jawa Timur. ‘’Yang jelas, tidak mungkin kalau mau didaftarkan bacabup dan bacawabup. Akhirnya diputuskan mendaftar bersama-sama (bacabup, Red) untuk memenuhi kuota dua itu,’’ bebernya.

Sementara itu, Ony tidak membantah kabar yang mengaitkan dirinya dengan beberapa parpol lain. Namun, dia menegaskan bahwa keterlibatannya di parpol lain itu sebatas untuk supporting dan mewarnai dinamika politik di Ngawi. ‘’Kalau saya ikut (kepengurusan) di semua partai, pasti menyalahi AD ART mereka,’’ ujarnya.

Belakangan memang ada sejumlah pihak yang mengaitkan putra mantan Bupati Harsono itu dengan sejumlah parpol. Ada yang menyebut Ony kader terbaik Partai Golkar. Pun, tidak sedikit yang menganggapnya bagian dari Partai Demokrat. Namun, Ony menegaskan bahwa sampai saat ini masih bagian dari PDIP. ‘’Makanya, dari semua partai itu tidak ada yang masuk ke struktur (kepengurusan),’’ tegasnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here