Pacitan

SD-SMP Ikut-ikutan Uji Coba

Dimulai Dua Minggu Lagi, Diberlakukan di Zona Hijau

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pemkab berencana mengikuti langkah pemprov untuk menggelar uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah. Sesuai rencana, kegiatan itu akan diberlakukan di jenjang SMP. Pelaksanaannya dua minggu mendatang. ‘’Nanti akan kami lakukan prasimulasi dan simulasi dulu,’’ kata Bupati Pacitan Indartato Rabu (2/9).

Hasil kajian balitbang, sekitar 80 persen siswa SD-SMP di Pacitan menghendaki digelarnya kembali kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Di sisi lain, hampir seluruh SD-SMP menyatakan kesiapannya menggelar pembelajaran tatap muka. Bahkan, mereka mengaku siap untuk melengkapi sarpras penunjang protokol kesehatan.

‘’Alhamdulillah kondisi Pacitan sudah siap. Angka kesembuhan (recovery rate) saat ini meningkat lebih dari 90 persen. Sekarang tinggal empat pasien yang dirawat,’’ ujar Indartato. Terbaru, tiga pasien telah dinyatakan sembuh kemarin setelah menjalani isolasi di wisma atlet.

Meskipun sudah memberikan sinyal bakal menggelar pembelajaran tatap muka, namun pihaknya masih akan membahas lebih lanjut. Terutama dalam menentukan mekanisme pembelajaran selama di kelas dan penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Pihaknya juga hanya mengizinkan sekolah yang berada di zona hijau dapat menggelar kegiatan belajar-mengajar tatap muka. Sekolah di Kecamatan Donorojo dan Bandar bakal menjadi rujukan awal. ‘’Sementara kami pilih wilayah dengan riwayat penularan terendah di Pacitan,’’ terang kepala daerah dua periode tersebut.

Sekalipun sudah menentukan wilayah operasional penyelenggara pembelajaran tatap muka, namun pemkab belum memutuskan SD dan SMP mana yang bakal ditunjuk sebagai pilot project. Pemkab masih menunggu hasil musyawarah di tingkat kecamatan. ‘’Sudah pasti harus ada persetujuan dari orang tua murid,’’ tegas Indartato. (gen/c1/her)

Boleh Dilanjut asal Patuh Protokol Kesehatan

EVALUASI pembelajaran tatap muka SMAN Punung, SMKN Kebonagung, dan SMALB Tunas Bangsa dinilai baik. Pemprov memberikan kesempatan bagi tiga lembaga tersebut untuk melanjutkan kegiatan belajar-mengajar sampai 30 September mendatang.

Berdasar hasil evaluasi, pemprov melalui cabdindik tidak sampai menemukan persebaran kasus Covid-19 di lingkungan sekolah. Siswa disiplin menerapkan protokol kesehatan selama berada di sekolah. ‘’Bahkan, sekarang ditambah delapan sekolah pelaksana uji coba pembelajaran tatap muka,’’ kata Kepala Cabdindik Jatim wilayah Pacitan Sindhu Widyabadra Rabu (2/9).

Sesuai ketentuan, KBM tatap muka akan dilakukan secara bertahap di sejumlah sekolah. Terutama lembaga yang berada di zona hijau persebaran Covid-19. ‘’Jadi, ke depan bukan tiga saja yang menjadi percontohan. Tapi menjadi 25 persen dari jumlah lembaga yang ada. Harapannya kembali berjalan lancar tanpa ada kendala,’’ ujar Sindhu. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close